Kelanjutan Kasus Kematian Editor Metro TV, Polisi Rangkai Keterangan 27 Saksi

Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir To JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). - Antara
16 Juli 2020 10:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA, JAKARTA - Sampai saat ini, Polda Metro Jaya memeriksa 27 saksi dalam penyelidikan kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo.

"Total sudah ada 27 orang saksi yang sudah diperiksa, kemarin kan ada 23 saksi, jadi ada tambahan 4 saksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (16/7/2020).

Yusri mengatakan para saksi tersebut adalah orang-orang terdekat korban, orang yang ada di sekitar lokasi kejadian serta rekan kerja korban dan kekasih korban.

"Dari hasil keterangan saksi-saksi yang ada, ini tim lapangan sedang merangkai. Misalnya ada keterangan seperti dari kantor jam berapa kemudian ke mana saja, itu yang masih kita telusuri," ujarnya.

Yusri mengatakan jumlah tersebut akan bertambah, karena petugas telah melayangkan panggilan kepada saksi-saksi lainnya.

"Jumlah ini kemungkinan akan bertambah mengingat akan ada dua saksi lagi yang rencananya diperiksa juga," kata dia.

Dalam kasus pembunuhan ini, polisi telah memeriksa hasil rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, namun hasilnya  buram, sehingga menjadi salah satu faktor penghambat  penyidikan.

"CCTV kita dapat tapi dua-duanya memang agak buram," kata Yusri di Mako Polda Metro Jaya, Selasa (14/7/2020).

Meski hasil rekaman CCTV tersebut tidak optimal, Yusri mengatakan pihak kepolisian memiliki peralatan khusus untuk membaca rekaman CCTV tersebut.

"CCTV sekitar TKP (tempat kejadian perkara) tidak kelihatan apa-apa, itu kita kirim ke labfor Inafis. Itu harus kita buka kan, ada alatnya khusus misal pelat nomor gelap nggak keliatan itu ada alatnya yang buat jadi terang sampai maksimal," kata Yusri.

Pihak kepolisian kini tengah mencari CCTV lainnya yang terpasang di sekitar lokasi penemuan jasad Yodi.

"Dua CCTV sudah kita dapat, masih kita cari lagi CCTV di dekat situ," ujarnya.

Rekaman CCTV itu sangat krusial dalam proses penyelidikan, karena rekaman itu akan menunjukkan detik-detik terakhir korban sebelum akhirnya ditemukan tewas.

"Untuk apa CCTV di TKP itu? Betul tidak? dia sendiri atau ada dua orang, tiga orang, empat orang atau lima orang ? Kan kita belum tahu nih," pungkas Yusri.

Editor Metro TV Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORRR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat (10/7/2020) setelah dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Selasa (7/7/2020).

Pihak Kepolisian juga mengungkapkan hasil otopsi terhadap korban menyebut luka tusukan benda tajam di bagian leher sebagai penyebab utama kematian Yodi.

Tidak jauh dari lokasi tempat jasad korban ditemukan, petugas juga menemukan sebilah pisau dapur. Dugaan sementara petugas, pisau dapur tersebut adalah senjata yang digunakan oleh pelaku pembunuhan Yodi.

Sumber : Antara