Hasil Reaktif, Satu Keluarga Dikarantina saat Akan Bepergian Mengantar Anak Sekolah

Ilustrasi - Pixabay
27 Juni 2020 12:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KALIMANTAN TENGAH--Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah Simon Biring membenarkan bahwa ada satu keluarga dari Desa Unsuk Kecamatan Raren Batuah yang dikarantina di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Iya benar. Jadi mereka mau ke Jawa, informasinya si anak mau sekolah SMA di Jawa. Sebelum berangkat mereka melakukan tes cepat atau “rapid test” pada Puskesmas Unsum dan anak mereka menunjukkan hasil reaktif,” kata Simon di Tamiang Layang, Sabtu (27/6/2020).

Menurut dia pada Jumat (26/6/2020) pagi, Bidang Pencegahan menginstruksikan pihak Puskesmas Unsum untuk melakukan pengambilan sampel tes usap kepada anak itu. Namun, anak tersebut bersama ayahnya berinisial S dan ibu berinisial P sudah pergi meninggalkan rumah sehingga tes usap gagal dilakukan kepada satu keluarga tersebut.

BACA JUGA : Rapid Test, 13 Pedagang Pasar Bantul Reaktif

“Ternyata pergi duluan ke Banjarmasin. Karena hasil tes cepatnya menunjukkan reaktif, makanya mereka ditahan pihak Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin untuk langsung masuk karantina,” kata Simon.

Dari hasil identifikasi pihak Bandara Syamsudin Noor, mereka sekeluarga memiliki identitas sebagai warga Desa Unsum Kecamatan Raren Batuah.

Menurut Simon, karena sudah ditangani pihak Bandara Syamsudin Noor maka Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Barito Timur hanya melakukan monitoring perjalanan satu keluarga tersebut.

“Yang kita lakukan yakni melakukan pelacakan kepada warga sekitar kediaman tuan S di Desa Unsum,” kata Simon lagi.

BACA JUGA : 2 Pengunjung Indogrosir Kembali Dinyatakan Reaktif Rapid

Simon sangat menyayangkan sikap dari keluarga tuan S yang nekat bepergian keluar daerah dengan hasil tes cepat anaknya menunjukkan reaktif, karena memiliki risiko tinggi terjadi penularan atau penyebaran Covid-19.

Menurut Simon, seharusnya warga bisa membantu petugas kesehatan yang bekerja keras memutus rantai penularan maupun penyebaran Covid-19 dengan melakukan isolasi mandiri dan tidak melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Sampai dilakukan tes usap dan hasil tesnya diketahui apakah positif Covid-19 atau tidak,” katanya.

Ditambahkan Simon, masyarakat perlu menyadari bahwa tertular COVID-19 bukan sebuah aib, tetapi ini adalah musibah yang harus segera diselesaikan dan ditangani dengan segera sebelum berdampak buruk bagi kesehatan diri sendiri maupun orang banyak.

Simon meminta warga Desa Unsum dan sekitarnya untuk tetap waspada dan selalu mematuhi imbauan pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik, disiplin dan benar.

“Selalu pakai masker saat keluar rumah, cuci tangan dengan teratur dan jaga jarak,” demikian Simon Biring.

Sumber : Antara