Data Covid-19 Diduga Diretas dan Dijual, Ini Langkah Kominfo

Ilustrasi peretasan - Pixabay
20 Juni 2020 16:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih menelusuri dugaan peretasan basis data pasien Covid-19, yang beredar di dunia maya baru-baru ini.

Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengatakan jajarannya menelusuri informasi tersebut dan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara, selaku penanggung jawab keamanan data Covid-19 di Indonesia. Kementerian juga sedang berkoordinasi untuk mengevaluasi pusat data di kementerian dan lembaga lainnya.

BACA JUGA: Gugus Tugas: DIY Masuk Zona Kuning Persebaran Corona

"Database Covid-19 dan hasil cleansing yang ada di data center Kominfo aman," kata Johnny, Sabtu (20/6/2020).

Sebelumnya, seorang peretas atas nama Database Shopping di dark web RaidForums menjual basis data dari pasien Covid-19 di Indonesia, tertanggal 18 Juni 2020. Peretas mengaku data tersebut diambil pada pembobolan 20 Mei 2020.

BACA JUGA: Maksimal Hanya 2.500 Orang, Begini Cara Pemkot Jogja Pantau Jumlah Pengunjung Malioboro

Fitur spoiler di situs gelap tersebut menunjukkan data yang diambil antara lain berupa ID pengguna, jenis kelamin, usia, nomor telepon, alamat tinggal hingga status pasien.

Peretas diduga mengantongi 230.000 data dalam format MySQL dalam unggahan di situs gelap tersebut.

Situs tersebut pada Mei 2020, memuat seorang peretas yang menjual data pengguna platform dagang Tokopedia. Dalam kasus tersebut, Tokopedia membenarkan ada upaya menembus pertahanan keamanan merekan, tetapi data pengguna dipastikan aman.

Sumber : Antara