Keinginan Jokowi agar Kurva Covid-19 Turun pada Mei Tak Terwujud

Presiden Joko Widodo - Biro Pers Media Istana
01 Juni 2020 22:27 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pada awal Mei, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kurva Covid-19 di Tanah Air menunjukkan tren penurunan agar masyarakat dapat kembali memulai kegiatan produktif tapi tetap aman dari virus Corona (Covid-19).

“Target kita di bulan Mei ini harus betul-betul tercapai, sesuai target yang kita berikan yaitu kurvanya sudah harus turun, dan masuk pada posisi sedang di bulan Juni, di bulan Juli harus masuk pada posisi ringan, dengan cara apapun,” kata Presiden Joko Widodo pada pekan pertama Mei 2020.

Hal itu dia sampaikan saat membuka rapat terbatas pagu indikatif RAPBN tahun anggaran 2021. Presiden berbicara mengenai penanganan Covid-19 di Indonesia.

Jokowi pun meminta hal itu dilakukan tidak hanya oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tetapi juga melibatkan seluruh elemen bangsa, jajaran pemerintahan, organisasi-organisasi sosial, masyarakat, relawan, partai politik dan sektor swasta. Seluruh pihak tersebut harus tersinkronisasi dalam satu orkestra yang harmonis.

Pandemi telah membuat ekonomi Indonesia babak belur. Pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama tahun ini 2,97 persen secara tahunan. Kendati lebih baik jika dibandingkan kondisi negara lain, tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2020 merupakan yang terendah sejak 2001.

Oleh karena itu, Presiden menekankan kala itu bahwa fokus kerja yang paling utama adalah mengendalikan penyebaran virus Corona secepat mungkin. Menurutnya, negara yang akan menjadi pemenang adalah negara yang berhasil lebih dahulu mengatasi Covid-19.

“Untuk itu semua Menteri, Kepala Lembaga, Panglima TNI, Kapolri, saya minta mengerahkan semua tenaga, mengerahkan smeua energi, mengerahkan semua kekuatan untuk mengendalikan Covid ini dan menangani dampak-dampak yang menyertainya,” kata Presiden.

Sudah hampir satu bulan pernyataan itu dibuat oleh Presiden Jokowi. Lantas bagaimana hasil penanganan Covid-19 di Tanah Air?

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Gugus Tugas Covid-19, secara nasional, penambahan kasus per hari mencapai puncak tertinggi pada 21 Mei 2020, yakni 973 orang. Namun, pada pekan terakhir bulan Mei, kurva berangsur melandai, meskipun pada akhir bulan, pasien baru Covid-19 kembali naik, yaitu bertambah sebanyak 700 orang.

Data teranyar per hari ini, Senin (1/6/2020), penambahan kasus per hari juga menciut. Data yang terhimpun hingga pukul 12.00 WIB, pasien Covid-19 bertambah sebanyak 467 orang.

Namun, masih ada sejumlah wilayah yang mencatat penambahan kasus per hari yang tergolong tinggi. Per 1 Juni 2020, lima provinsi dengan kenaikan kasus harian tertinggi adalah DKI Jakarta (137 kasus baru), Jawa Timur (65 kasus baru), Papua (50 kasus baru), Sulawesi Selatan (45 kasus baru), dan Jawa Barat (34 kasus baru).

Meskipun masih terbilang tinggi, kondisi DKI Jakarta sebagai episentrum pertama penyebaran Covid-19 terbilang dalam tren positif. Dalam 3 hari terakhir, ibu kota negara melaporkan penambahan pasien sembuh per hari lebih tinggi diibandingkan temuan kasus positif.

Gugus Tugas Covid-19 juga menjelaskan bahwa penambahan kasus per hari di Jakarta beberapa waktu terakhir tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi wilayah ibu kota. Berdasarkan data, sepanjang tujuh hari terakhir ibu kota negara ini memang cenderung mencatatkan rata-rata kenaikan kasus harian yang lebih tinggi dibandingkan tujuh hari sebelumnya.

“Khusus DKI tidak seluruhnya berasal dari wilayah administrasi DKI karena seperti diketahui bersama sebagian besar saudara-saudara kita yang kembali dari luar negeri ke tanah air masuknya melalui Bandara Soekarno-Hatta,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Oleh karena itu, tidak heran Presiden Jokowi beberapa waktu terakhir menaruh perhatian lebih kepada Jawa Timur dan provinsi di luar Jawa. Eskalasi kasus positif Covid-19 di beberapa provinsi cukup mengkhawatirkan.

Contohnya, Jawa Timur yang saat ini telah menjadi wilayah kedua dengan kasus tertinggi, yakni 4.992 orang, menyalip Jawa Barat. Pada dua hari lalu, atau 30 Mei 2020, provinsi ini menjadi wilayah dengan penambahan kasus harian tertinggi, yakni 199 orang.

Sementara itu, dalam 10 hari terakhir penambahan kasus baru di Papua beberapa kali melampaui 50 orang. Pada hari ini, jumlah kasus positif di Papua bertambah 50 orang sehingga totalnya menjadi 725 orang.

Dengan demikian, pandemi Covid-19 mungkin bisa dikatakan mulai dapat dikendalikan, tetapi dengan catatan hanya di sejumlah daerah. Target Presiden membuat landai kurva penambahan pasien baru per hari pun belum dapat dinyatakan tercapai. Pasalnya, episentrum penyebaran saat ini seperti bergeser dari sebelumnya DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi ke Jawa Timur dan sejumlah provinsi di luar pulau Jawa.

Yuri pun mengawali bulan ini dengan mengatakan bahwa pandemi belum berakhir. Namun, dia meminta masyarakat mengubah cara hidup agar tetap bisa produktif selama proses pengendalian virus hingga akhirnya vaksin ditemukan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia