Advertisement
Tak Hanya Covid-19, Ada Lebih dari 1.300 Bencana Alam hingga Mei 2020
Banjir merendam kurang lebih 2000 rumah dan berdampak pada 2000 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada Selasa (28/4/2020) malam. - Dok.BNPB
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Fenomena hidrometeorologi mendominasi kejadian bencana sejak Januari hingga jelang Mei 2020.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari ini, Minggu (31/5/2020), mencatat lebih dari 1.300 bencana terjadi dengan korban meninggal dunia 188 jiwa. Kejadian berupa banjir masih tinggi dibandingkan dengan jenis bencana hidrometerologi lainnya, seperti tanah longsor dan angin puting beliung.
Advertisement
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan banjir biasanya dipicu oleh salah satunya intensitas hujan yang tinggi. Data BNPB hingga hari ini mencatat, kejadian banjir sebanyak 532 kali. Banjir juga berdampak paling tinggi terhadap kerugian, baik korban jiwa dan kerusakan material.
“Sepanjang Januari hingga Mei 2020, total korban meninggal akibat banjir berjumlah 128 jiwa, luka-luka 119, dan hilang 7 orang. Sedangkan dampak pengungsian yang pernah terjadi, BNPB mencatat lebih dari 2 juta warga mengungsi karena banjir,” kata Jati lewat keterangannya, Minggu (31/5/2020).
Dia mengatakan total kerusakan rumah akibat banjir hingga akhir Mei ini mencapai ribuan. Secara terperinci, kerusakan rumah dengan kategori rusak berat (RB) berjumlah 2.689 unit, rusak sedang (RS) 1.218, dan rusak ringan (RR) 4.094.
“Kerusakan pada sektor publik sebagai berikut, fasilitas pendidikan 295 unit, peribadatan 369, kesehatan 25, dan perkantoran 46, sedangkan kerusakan infrastruktur vital berupa jembatan sejumlah 163 unit,” katanya.
Adapun, untuk kejadian bencana lainnya berdasarkan jumlah kejadian angin puting beliung 397 kali, tanah longsor 306, kebakaran hutan dan lahan 123, gelombang pasang/abrasi 15, gempa bumi 5, letusan gunung api 3 dan kekeringan 1. Data kejadian bencana yang total berjumlah 1.382 kejadian tersebut belum memperhitungkan data bencana nonalam, seperti pandemi Covid-19.
Sementara itu, korban meninggal akibat bencana tanah longsor berjumlah 51 jiwa, puting beliung 8, dan karhutla 1. Total kerusakan rumah akibat bencana hingga Mei 2020 dengan kategori RB berjumlah 4.051 unit, RS 2.596, dan RR 11.516.
Hingga akhir Mei ini masih terjadi kejadian yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menginformasikan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB kejadian tanah longsor di Nagari Baringin, Kecamatan Palalembayan, Agam, Sumatra Barat. Kejadian yang tidak menimbulkan korban jiwa ini terjadi pada Sabtu (30/5/2020), pukul 17.20 waktu setempat.
Longsor sempat menutup akses jalan sepanjang 25 meter. Ketinggian longsor 25 cm hingga 100 cm berhasil dibersihkan sehingga kendaraan dapat melewatinya.
Menyikapi kondisi di wilayah nusantara, masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Meskipun jelang pergantian musim, pada pekan terakhir Mei masih ditemui beberapa kejadian banjir. Di sisi lain, potensi angin puting beliung juga perlu diwaspadai, yang biasanya terjadi pada saat pergantian musim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal DAMRI ke Bandara YIA, Minggu 4 Januari 2026
- Mercedes-Benz Recall 169 Unit EQB di AS, Risiko Baterai
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Pegadaian Stagnan Hari Ini
- Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Minggu 4 Januari 2026
- Senegal dan Mali Lolos ke Perempat Final Piala Afrika 2025
- Taman Pintar Jogja Catat Pendapatan Rp14,45 Miliar di 2025
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
Advertisement
Advertisement




