HASIL STUDI: Lockdown Lebih Awal Bisa Selamatkan Lebih Banyak Nyawa dari Corona

Foto ilustrasi sel virus SARS-CoV-2 dan sel darah merah. - Freepik
21 Mei 2020 19:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Studi terbaru belakangan ini menyebut kebijakan lockdown merespons virus Corona efektif menekan jumlah kematian.

Setiap negara punya cara tersendiri dalam menghadapi dan menangani pandemi virus corona atau Covid-19.

Sebagian negara memilih untuk melakukan tes secara masif, sementara yang lain juga diiringi dengan pembatasan fisik atau lockdown.

Tapi, sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa sebagian besar kematian akibat virus Corona di Amerika Serikat dapat dihindari jika lockdown dapat dilakukan dua minggu lebih awal .

Dilansir dari New York Post, perkiraan oleh pemodel penyakit di Universitas Columbia mengatakan bahwa angka kematian akan menjadi 11.253 pada 3 Mei jika langkah-langkah tinggal di rumah telah diberlakukan pada 1 Maret.

Hingga kini tingkat kematian aktual telah mencapai 65.307. Data pertama kali dilaporkan oleh The New York Times pada Rabu malam.

Angka-angka itu menyimpulkan bahwa menerapkan lockdown dua minggu sebelumnya bisa membuat lebih sedikit korban atau 54.000 kematian pada awal Mei.

Di daerah metro New York saja, 4.300 nyawa akan selamat seandainya pembatasan diberlakukan seminggu sebelumnya, pada 8 Maret, dan diberlakukan secara nasional, menurut perkiraan.

Walikota Bill de Blasio menutup sekolah kota pada tanggal 15 Maret. Perintah tinggal di rumah Gubernur Andrew Cuomo tidak berlaku sampai 22 Maret.

Temuan ini didasarkan pada pemodelan penyakit menular yang melihat bagaimana berkurangnya kontak antara orang-orang yang dimulai pada pertengahan Maret memperlambat penyebaran virus. Semua model dalam studi ini hanya perkiraan.

Sebagai informasi, menurut data World Meters hingga Kamis (21/5/2020), lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia terinfeksi virus corona.

Sementara, lebih dari 300 ribu di antaranya juga meninggal karena penyakit tersebut.

Sumber : Suara.com