Advertisement
Skenario New Normal Ala Erick Thohir Peroleh Dukungan DPR
Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas 1 Soetta memeriksa suhu tubuh Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/3/2020). - Antara Foto, Muhammad Iqbal
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mendukung Menteri BUMN Erick Thohir dalam menuntaskan penyiapan skenario new normal yang dinamai dengan gerakan #CovidSafe BUMN. Langkah ini dinilai dapat menumbuhkan optimistis publik di tengah situasi ekonomi yang sulit saat ini.
"Mulai sekarang, kita tidak perlu mendikotomikan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Dua hal itu bukan saling meniadakan, karena protokol kesehatan digunakan untuk menopang produktivitas ekonomi. Kita harus siap masuk new normal, aman dari COVID-19 dan tetap produktif, termasuk di lingkungan BUMN," kata Mufti, dikonfirmasi dari Surabaya, Selasa.
Advertisement
Menurut Mufti, setelah skenario 'new normal" BUMN muncul, publik bereaksi positif, dan terbukti pasar keuangan menyambut positif, termasuk di pasar surat berharga negara, dimana modal kembali mengalir ke pasar obligasi negara, dan menjadi stimulus bagi pelaku ekonomi untuk kembali optimistis.
"Optimisme ini penting untuk membangun kesadaran bahwa new normal akan segera tiba, era ketika kita kembali produktif sekaligus tetap menghindari COVID-19. Tinggal waktunya menunggu komando pemerintah terkait PSBB, terkait kajian epidemiologi di masing-masing daerah tempat BUMN beroperasi," tutur Mufti yang merupakan politisi PDI Perjuangan itu.
BACA JUGA
Ia mengatakan, bahwa optimistis tak ternilai harganya dalam membangun pergerakan ekonomi, oleh karena itu langkah Erick Thohir perlu terus didukung dalam menyiapkan "new normal" BUMN.
"Kementerian BUMN perlu menuntaskan konsolidasi kesiapan SDM, metode operasional, teknologi produksi, pengelolaan hubungan dengan konsumen dan mitra kerja dalam waktu dekat ini," ucapnya.
Penuntasan konsolidasi new normal ini, kata Mufti sangat penting, agar BUMN sebagai lokomotif ekonomi nasional langsung bisa bergerak ketika pelonggaran-pelonggaran diputuskan pemerintah.
Mufti juga menyinggung pentingnya skenario "new normal" BUMN yang berdampak positif pada pengelolaan kesehatan karyawan hingga pergerakan ekonomi masyarakat.
"Saya optimistis, jika diterapkan penuh kedisiplinan, protokol kesehatan di BUMN menyambut new normal akan menjadi gaya hidup baru yang meningkatkan kualitas kesehatan jutaan orang dalam ekosistem bisnis BUMN," ujarnya.
Selain itu, new normal BUMN juga akan berdampak langsung ke ekonomi rakyat kecil. Permintaan barang dan jasa pasti ikut terkerek jika skenario "new normal" BUMN sudah dijalankan.
"Meskipun dalam new normal itu interaksi fisik berkurang, tetap akan memulihkan permintaan barang dan jasa masyarakat karena intensitas bisnis BUMN bergerak lebih cepat ketimbang WFH penuh saat pandemik. Orang butuh transportasi, beli makan-minum, laundry baju kerja, dan sebagainya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Faktor Pergerakan Wisatawan di Sleman saat Nataru, Lava Tour Favorit
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kedai Sate Padang di Umbulharjo Dibobol, Uang Rp300 Ribu Raib
- MUI Soroti KUHP Baru soal Nikah Siri dan Poligami
- Kasus Produk Kecantikan, Richard Lee Dipanggil Polda Metro
- BI Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen
- China Kecam AS atas Penangkapan Presiden Venezuela
- Bantul Tekankan Disiplin Anggaran Kalurahan di 2026
- 10 Gerai KDMP Kulonprogo Dibangun, Didampingi BA dari Pusat
Advertisement
Advertisement




