Advertisement
Super Komputer untuk Penelitian Covid-19 di Berbagai Negara Diretas
Ilsutrasi para peneliti mendemonstrasikan sampel iLAMP Novel-Coronavirus Detection Kit di kantor iONEBIO's di Seongnam, Korea Selatan, pada 26 Maret 2020. - Antara/Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sejumlah super komputer yang digunakan untuk melakukan penelitian terkait Covid-19 di sejumlah negara di Eropa dilaporkan mengalami peretasan pada pekan ini. Menurut laporan dari beberapa laboratorium, sejumlah komputer masih dalam posisi offline setelah mengalami serangan.
Mengutip Bloomberg, Minggu (17/5/2020), super komputer di beberapa negara seperti Swiss, Jerman, dan Inggris terdampak akibat serangan tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui pihak yang melakukan ataupun terkait dengan serangan yang terjadi.
Advertisement
Adapun, super komputer mampu membantu proses penelitian Covid-19 dan penyakit lainnya dengan menghadirkan simulasi guna mempelajari efek penyakit terhadap sel-sel serta meningkatkan pengetahuan mengenai cara pengobatan yang potensial.
Sejumlah laboratorium terdampak melaporkan mesin utama yang berfungsi menjalankan proses komputasi tidak terkena peretasan. Satu-satunya hal yang diretas adalah portal masuk (login) super komputer.
Menurut salah satu karyawan salah satu situs super komputer yang tidak disebutkan namanya, pelaku peretasan berniat menerobos sistem dengan tujuan mencuri hasil penelitian atau mengganggu progres penelitian yang sedang berlangsung.
Swiss National Supercomputing Centre mengonfirmasikan peretasan yang terjadi di sana beserta sejumlah fasilitas komputer berperforma tinggi di Eropa dan tengah untuk sementara menutup akses selama proses pemulihan dilakukan.
Sebelumnya, U.K National Supercomputing Service bernama ARCHER juga mengonfirmasi terjadinya peretasan. Sistem super komputer tersebut digunakan untuk menyimulasikan penyebaran Covid-19 di Centre for Global Infectious Disease Analysis, Imperial College.
Sejak 5 hari setelah serangan dilakukan terhadap sistem login komputer, pihak ARCHER mengatakan sistem yang dimiliki masih dalam keadaan offline.
Pusat super komputer di Jerman, Baden-Wurttemberg, juga mengonfirmasi telah terjadi insiden keamanan. Meskipun belum diketahui pasti apakah pusat super komputer tersebut juga sedang melakukan penelitian terkait dengan Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Wisata Wellness DIY Kian Diminati, Dukung Quality Tourism 2026
Advertisement
10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Jalan Tembus Sleman-Gunungkidul Ditarget Rampung 2027
- MKMK: Penegakan Etik Hakim Harus Datang dari Diri Sendiri
- Eks Dirjen Anggaran Divonis 1,5 Tahun Penjara
- Serangan Udara Koalisi Saudi Tewaskan 20 Orang di Yaman
- Libur Nataru, Kunjungan Wisata DIY Tembus 2,2 Juta Orang
- Satpol PP Bongkar Lapak PKL di Atas Saluran Jalan Gajah Raya
- Kemendagri Tekankan Pemulihan Aceh Harus Cepat Jelang Ramadan
Advertisement
Advertisement



