Super Komputer untuk Penelitian Covid-19 di Berbagai Negara Diretas

Ilsutrasi para peneliti mendemonstrasikan sampel iLAMP Novel-Coronavirus Detection Kit di kantor iONEBIO's di Seongnam, Korea Selatan, pada 26 Maret 2020. - Antara/Reuters
18 Mei 2020 08:57 WIB Rahmad Fauzan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sejumlah super komputer yang digunakan untuk melakukan penelitian terkait Covid-19 di sejumlah negara di Eropa dilaporkan mengalami peretasan pada pekan ini. Menurut laporan dari beberapa laboratorium, sejumlah komputer masih dalam posisi offline setelah mengalami serangan.

Mengutip Bloomberg, Minggu (17/5/2020), super komputer di beberapa negara seperti Swiss, Jerman, dan Inggris terdampak akibat serangan tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui pihak yang melakukan ataupun terkait dengan serangan yang terjadi.

Adapun, super komputer mampu membantu proses penelitian Covid-19 dan penyakit lainnya dengan menghadirkan simulasi guna mempelajari efek penyakit terhadap sel-sel serta meningkatkan pengetahuan mengenai cara pengobatan yang potensial.

Sejumlah laboratorium terdampak melaporkan mesin utama yang berfungsi menjalankan proses komputasi tidak terkena peretasan. Satu-satunya hal yang diretas adalah portal masuk (login) super komputer.

Menurut salah satu karyawan salah satu situs super komputer yang tidak disebutkan namanya, pelaku peretasan berniat menerobos sistem dengan tujuan mencuri hasil penelitian atau mengganggu progres penelitian yang sedang berlangsung.

Swiss National Supercomputing Centre mengonfirmasikan peretasan yang terjadi di sana beserta sejumlah fasilitas komputer berperforma tinggi di Eropa dan tengah untuk sementara menutup akses selama proses pemulihan dilakukan.

Sebelumnya, U.K National Supercomputing Service bernama ARCHER juga mengonfirmasi terjadinya peretasan. Sistem super komputer tersebut digunakan untuk menyimulasikan penyebaran Covid-19 di Centre for Global Infectious Disease Analysis, Imperial College.

Sejak 5 hari setelah serangan dilakukan terhadap sistem login komputer, pihak ARCHER mengatakan sistem yang dimiliki masih dalam keadaan offline.

Pusat super komputer di Jerman, Baden-Wurttemberg, juga mengonfirmasi telah terjadi insiden keamanan. Meskipun belum diketahui pasti apakah pusat super komputer tersebut juga sedang melakukan penelitian terkait dengan Covid-19.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia