Panglima TNI: Alumni Taruna Nusantara Harus Adaptif dan Berintegritas
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Ilustrasi sample darah yang terindikasi positif virus corona/Antara-Shutterstock
Harianjogja.com, MAGETAN - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan, Jawa Timur menyatakan klaster Pondok Pesantren (Ponpes) Temboro dan pabrik rokok Sampoerna Surabaya menyumbang lima kasus pasien positif Covid-19 di wilayah tersebut dari sebelumnya 53 orang menjadi 58 orang.
"Perkembangan terbaru peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Magetan per Sabtu ada lima tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga total jumlah pasien positif corona di Magetan menjadi 58 orang," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan Saif Muchlissun dalam keterangannya, Sabtu malam (16/5/2020).
Menurut dia, dari lima tambahan pasien baru tersebut dua orang merupakan pasangan suami istri warga Poncol yang tertular dari klaster Sampoerna Surabaya, sedangkan tiga lainnya dari klaster Ponpes di Temboro, Karas, Magetan.
Sesuai dengan data, pasien ke-54 adalah laki-laki berinisial P (49) dan pasien ke-55 adalah istrinya berinisal LM (45), keduanya dikarantina di RSUD dr Sayidiman Magetan.
"Yang perempuan bekerja sebagai buruh linting rokok, sedangkan suaminya bekerja di sebuah percetakan. Kedua pasien sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya selama beberapa hari. Setelah berkoordinasi akhirnya pasien kami pulangkan untuk dirawat di Magetan," katanya.
Sementara itu, tiga pasien positif corona lainnya masih berhubungan erat dengan salah satu ponpes di wilayah karas. Mereka adalah pasien ke-56 seorang laki-laki berinisial IA (19) warga Kecamatan Karas, pasien ke-57 seorang laki-laki berinisal S (53) warga Kecamatan Bendo, dan pasien ke-58 berinisial K warga Kecamatan Plaosan.
Atas tambahan kasus tersebut, Tim Gugus Tugas bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan langsung melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang kontak erat dengan kelima pasien.
"Untuk yang sepasang suami istri warga Kecamatan Poncol, mereka pulang ke rumahnya di wilayah Poncol bersama anaknya yang berusia 11 tahun. Beruntung hasil tes swab anaknya negatif," katanya.
Selain melakukan pelacakan, lingkungan tempat tinggal para pasien juga dilakukan karantina wilayah lokal, seperti menutup akses jalan di situ.
"Kami juga akan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan rumah penderita dan penanganan terhadap masyarakat terdampak," katanya.
Dengan tambahan lima kasus baru tersebut, jumlah warga di Magetan yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 58 orang. Dari 58 pasien Covid-19 tersebut, sebanyak dua orang meninggal dunia, 11 orang telah dinyatakan sembuh, dan 45 orang lainnya masih menjalani perawatan dan karantina.
Warga Kabupaten Magetan diminta mengikuti protokol kesehatan, yakni selalu menerapkan hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan memakai sabun di air mengalir, tetap tinggal di rumah, menjaga jarak, dan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, pemerintah juga meminta warga tidak mengucilkan penderita serta keluarga yang terkonfirmasi positif. Hal itu karena penyakit akibat Covid-19 bukan aib dan bisa disembuhkan. Warga tetap diminta menjaga hubungan sosial dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Rupiah diprediksi bergerak di Rp17.800–Rp17.950 per dolar AS, tertekan sentimen fiskal dan arus modal asing.
BPH Migas temukan truk curangi BBM subsidi di Jepara. Gunakan 16 QR code dan pelat palsu untuk isi hingga 1.000 liter.
UGM menilai Pancasila sedang diuji. Peran elite politik jadi kunci, ancaman datang dari militerisasi hingga disinformasi.
TikTok Shop kenakan biaya logistik hingga Rp10.000 per transaksi. Seller protes, pemerintah soroti potensi market abuse.
PWNU Jateng siapkan Satgas Pesantren Ramah Anak usai kasus kekerasan seksual di Pekalongan, dorong sistem perlindungan santri.