Peneliti Temukan Keterkaitan Virus Corona dengan Cedera Ginjal Akut

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
15 Mei 2020 15:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Sekitar sepertiga pasien virus corona Covid-19 di 13 rumah sakit Newwell Northwell Health di New York mengalami cedera ginjal akut yang mungkin saling berkaitan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan cedera ginjal akut adalah penurunan fungsi ginjal yang cepat dan bisa menyebabkan kerusakan ginjal jangka panjang hingga kematian.

National Kidney Foundation mengatakan kondisi ini menyebabkan penumpukan produk limbah di dalam darah dan menyulitkan ginjal untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Para peneliti di Feinstein Institutes for Medical Research menganalisis catatan kesehatan dari 5.449 pasien corona Covid-19 yang dirawat di rumah sakit anatar 1 Maret hingga 5 April 2020.

Hasil analisis menemukan 36,3 persen atau sekitar 1.993 pasien mengalami cedera ginjal akut. Saat penelitian berakhir, sebanyak 39 persen cedera ginjal akut masih menjalani perawatan di rumah sakit, 26 persen sudah dipulangkan dan 35 persen meninggal dunia.

"Bekerja di tengah episentrum corona Covid-19 adalah pengalaman yang tidak akan pernah kami lupakan. Ahli nefrologi dan staf dialisis berada di garis depan dalam pertempuran melawan virus corona Covid-19," kata Kenar D. Jhaveri, seorang peneliti di Institut Feinstein dikutip dari Fox News.

Para peneliti pun masih mempelajari lebih lanjut mengenai hubungan cedera ginjal akut dengan virus corona Covid-19 dalam beberapa minggu mendatang.

Harapannya, hasil studi mereka bisa membantu tenaga medis dalam merawat pasien virus corona Covid-19 yang mengalami cedera ginjal akut.

Studi ini juga mencatat sebagian besar kasus cedera ginjal akut berkembang di awal-awal rawat inap, sebanyak 37 persen pasien yang tiba di rumah sakit dengan cedera ginjal akut berkembang dalam waktu 24 jam.

Sebanyak lebih dari 5 persen dari semua pasien virus corona Covid-19 memerlukan dialisis ginjal, yang mana 14,3 persen adalah pasien dengan cedera ginjal akut. Selain itu, studi juga mencatat hubungan substansial antara kegagalan pernapasan dan cedera ginjal akut dari pasien yang membutuhkan ventilator.

Peneliti menemukan 89,9 % mengembangkan cedera ginjal akut, lebih banyak bila dibandingkan dengan 21,7 % pasien yang tidak menggunakan ventilator. Pasien dengan ventilator yang mengembangkan cedera ginjal akut juga menunjukkan sekitar 23 % kebutuhan terapi dialisis yang lebih besar dibandingkan pasien tanpa ventilator.

Kevin Tracey, presiden dan CEO Feinstein Institutes mengatakan temuan Jhaveri berdasarkan pada data terbesar dari pasien virus corona Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit sampai sekarang.

Sumber : Suara.com