Angka Kematian AS Tembus 85.000, Trump Bantah Peringatan Pakar

Para pejalan kaki menggunakan masker untuk mencegah penularan virus corona Covid-19 melintas di Lapangan Merah di dekat Istana Kremlin di Moskwa, Rusia../Bloomberg - Andrey Rudakov
14 Mei 2020 10:07 WIB Renat Sofie Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sampai saat ini, jumlah kasus penyakit virus Corona penyebab Covid-19 sudah lebih dari 4,4 juta orang di seluruh dunia. Di tengah perkembangan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah peringatan dari pakar penyakit menular negerinya.

Dikutip dari www.worldometers.info yang dilansir dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai total 4.424.839 hingga Rabu (13/5/2020) malam waktu GMT atau Kamis (14/5/2020) pagi WIB.

Sebanyak 1.655.259 orang di antara jumlah tersebut dinyatakan berhasil sembuh, 297.718 pasien meninggal dunia, dan 2.471.682 pasien masih terinfeksi.

Kontribusi terbesar banyaknya kasus infeksi dipegang Amerika Serikat sebesar 1.429.773 atau mengalami penambahan sebanyak 21.137 pasien baru. Di antara jumlah kasus tersebut, 308.228 orang dinyatakan sembuh dan 85.172 pasien meninggal dunia.

Angka-angka itu semakin mengukuhkan posisi negeri berekonomi terbesar di dunia itu sebagai negara dengan jumlah kasus dan korban jiwa terbanyak di dunia akibat Covid-19.

Dalam suatu sesi sidang Senat AS pada Selasa (12/5), pakar penyakit menular AS, Anthony Fauci, memperingatkan kemungkinan konsekuensi yang sangat serius jika negara-negara bagian AS melonggarkan pembatasan dalam waktu yang terlalu cepat.

Trump sepertinya tak terima dengan perkataan pejabat kesehatan AS tersebut. Trump menuduh Fauci ingin "memainkan semua sisi" dengan memperingatkan bahwa pembukaan kembali ekonomi yang terlalu cepat dapat menyebabkan kasus virus corona meningkat.

“Saya terkejut dengan jawabannya [Fauci]. Karena kalian tahu, bagi saya itu bukan jawaban yang dapat diterima, terutama ketika menyangkut sekolah-sekolah,” ujar Trump kepada awak media di Gedung Putih pada Rabu (13/5/2020) waktu setempat, dikutip dari Bloomberg.

Kritik dari Trump untuk peringatan tersebut menjadi momen perpecahan yang luar biasa dengan Direktur Institut Penyakit Menular dan Alergi Nasional itu. Trump diketahui telah mendorong untuk membuka kembali ekonomi AS lebih cepat seiring dengan melonjaknya pengangguran.

Pada kesempatan berbeda, Gubernur bank sentral Federal Reserve Jerome Powell mengatakan ekonomi AS menghadapi risiko-risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat pandemi virus corona, jika para pembuat kebijakan fiskal dan moneter tidak bertindak.

“Dukungan fiskal tambahan bisa mahal, tetapi layak jika membantu menghindari kerusakan ekonomi jangka panjang dan membawa kita ke pemulihan yang lebih kuat,” ungkap Powell melalui pidatonya dalam acara virtual yang diselenggarakan oleh Peterson Institute for International Economics di Washington.

Berturut-turut menyusul banyaknya jumlah kasus di AS adalah Spanyol, Rusia, Inggris, dan Italia (lihat tabel). Sementara itu, China, negeri asal virus corona jenis baru tersebut, berada tepat di bawah Iran.

Dari sisi jumlah korban jiwa, menyusul Amerika Serikat, Inggris mencatat angka kematian tertinggi yakni 33.186 orang, disusul Italia, Spanyol, dan Prancis.

Virus ini sendiri telah menyebar ke total 213 negara di dunia. Di Indonesia, virus corona tercatat telah menginfeksi 15.438 orang, dengan 1.028 pasien di antaranya meninggal dunia dan 3.287 orang sembuh.

Update Virus Corona 10 Negara Teratas

Negara

Jumlah Kasus Terbanyak

Jumlah Korban Jiwa

Jumlah Pasien Sembuh

Amerika Serikat

1.429.773

85.172

308.228

Spanyol

271.095

27.104

183.227

Rusia

242.271

2.212

48.003

Inggris

229.705

33.186

N/A

Italia

222.104

31.106

112.541

Brasil

189.157

13.158

78.424

Prancis

178.060

27.074

58.673

Jerman

174.098

7.861

148.700

Turki

143.114

3.952

101.715

Iran

112.725

6.783

89.428

Sumber: worldometers

Sumber : Bisnis.com, www.worldometers.info