Advertisement
3,8 Juta Warga AS Ajukan Klaim Pengangguran akibat Pandemi Corona
Warga menggunakan masker saat berjalan melewati pasar ikan yang ditutup sementara di The Wharf, Washington, DC, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbesar. Hingga Rabu (8/4/2020), kasus positif Covid-19 di Negeri Paman Sam itu telah mencapai 396.416 kasus. Bloomberg - Andrew Harrer
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Lebih dari 3 juta warga Amerika mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan lalu. Hal tersebut terjadi karena banyak kegiatan bisnis yang terpaksa tutup akibat pandemi virus Corona atau Covid-19.
Menurut data Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) yang dirilis Kamis (30/4/2020), klaim pengangguran awal mencapai 3,84 juta orang untuk pekan yang berakhir 25 April atau lebih rendah dari angka pada pekan sebelumnya 4,44 juta orang.
Advertisement
Meski lebih rendah dari pekan sebelumnya, tetapi capaian pada pekan yang berakhir pada 25 April ini sedikit lebih besar dari estimasi ekonom yang memperkirakan jumlah klaim sebanyak 3,5 juta orang, seperti dilansir melalui Bloomberg.
Meski tetap berada di tingkat yang belum pernah terlihat sebelum krisis Corona, laju jumlah pengajuan telah melambat untuk pekan keempat. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi terburuk dari pukulan terhadap pasar tenaga kerja AS mungkin sudah terjadi.
Namun, kondisi kehilangan pekerjaan masih jauh dari kata berakhir dan kepegawaian diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun untuk pulih. Ditambah lagi, lebih banyak PHK bisa terjadi karena negara-negara bagian dan kota menghadapi krisis anggaran yang parah.
Jumlah klaim, dengan asumsi setiap orang dihitung sebagai pengangguran, dapat menyiratkan tingkat pengangguran sebesar sekitar 22 persen, yang akan menjadi angka tertinggi sejak periode 'Great Depression' pada 1930-an. Angka itu juga jauh di atas puncak sebesar 10 persen yang dicapai pada tahun 2009 setelah resesi terakhir.
Florida mencatat klaim terbanyak pada pekan lalu, dengan perkiraan sebanyak 432.500, diikuti oleh California dengan 328.000 dan Georgia sebesar 264.800. Di sisi lain, sebagian besar negara bagian melaporkan penurunan.
Data terbaru itu memberi pratinjauan serius dari laporan pekerjaan bulan April yang akan dirilis pemerintah pada Jumat depan. Laporan nanti diperkirakan akan menunjukkan penurunan sebesar 22 juta dalam payroll dan tingkat pengangguran 16,3 persen.
Angka-angka itu akan mencerminkan periode dari pertengahan Maret hingga pertengahan April, ketika upaya untuk mengendalikan persebaran virus berjalan penuh sehingga menyebabkan PHK yang tak terhitung jumlahnya di banyak restoran, peritel dan bisnis lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bloomberg
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemkab Bantul Belum Terapkan WFH, Nilai Belum Efektif Hemat Energi
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo 25 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur 25 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Ikuti Google Maps, Pemudik Malah Masuk Jalan Sawah di Sleman
- Dampak Konflik Timur Tengah, Plastik di Korea Terancam Langka
- Daya Beli Turun, Kunjungan Wisata Glagah Ikut Menyusut
- Antoine Griezmann Resmi Hengkang ke MLS, Gabung Orlando City
- Mudik ke Gunungkidul Tahun Ini Diklaim Lebih Ramai dan Lancar
Advertisement
Advertisement







