Menteri PPPA Ingatkan Pentingnya Mendidik dan Melindungi Anak
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, LUMAJANG- Seorang warga Lumajang yang sudah sembuh dari penyakit virus corona atau Covid-19 meninggal dunia. Diketahui, pasien berinisial AZ tersebut sempat sembuh selama dua hari namun akhirnya meninggal dunia.
Ketua Gugus Tugas Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut. Ia mengatakan bahwa kondisi seperti yang dialami oleh pasien berinisial AZ kemungkinan bisa terjadi.
Menurut Joni, selama ini pasien yang positif dan meninggal akibat Covid-19, mayoritas disertai penyakit bawaan atau disebut dengan komorbid. Ia menyebutkan dari data yang ia peroleh bahwa di Jawa Timur, dari 48 pasien yang meninggal hanya ada 2 yang murni kematiannya diakibatkan Covid-19.
"Belum tentu karena Covid-19. Sebagian besar pasien yang dirawat di RSUD dr Soetomo, saya tahu persis adalah karena ada komorbidnya," ujar Joni saat di Gedung Negara Grahadi, Jumat (17/4/2020) malam.
Joni menjelaskan, pasien-pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit selama ini karena memiliki penyakit bawaan seperti sesak nafas berat hingga butuh bantuan ventilator. Apabila pasien positif namun tak memiliki gangguan kesehatan maka bisa mengisolasi diri di rumah.
"Jadi ada pasien yang positif sejak awal tapi tidak memiliki atau menunjukkan gejala klinis itu tidak harus dirawat di rumah sakit. Dia bisa isolasi mandiri di rumah, jadi begitu," jelas Joni.
Mengenai kasus di Lumajang, Joni meyakini apabila ada komorbid yang dimiliki oleh pasien berinisial AZ tersebut, yang menyebabkan meninggal meski dinyatakan sembuh atau terkonversi negatif.
"Tentu untuk bisa memastikan meninggalnya pasien karena Covid-19 atau tidak, ya harus dilakukan otopsi. Tapi kan itu tidak mungkin dilakukan ya karena bukan meninggal tidak wajar," ucap Joni.
Joni mengatakan, meski pasien yang sudah dinyatakan sembuh kemudian meninggal itu mungkin saja terjadi. Pasalnya imunitas di dalam tubuh orang yang usai terjangkit virus tersebut masih dalam pemulihan walaupun virusnya sudah hilang dari tubuhnya.
"Untuk melawan virus corona ini kan imunitas bekerja keras. Meski sudah berhasil menang, tapi imun masih lemah. Orang yang sudah negatif Covid-19 bukan berarti sudah sehat," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.