WFH ASN Resmi Diperpanjang hingga Akhir September 2026
Pemerintah memperpanjang kebijakan WFH ASN sehari dalam sepekan hingga akhir September 2026 dengan pelayanan publik tetap berjalan penuh.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA -- Kabar mengejutkan datang dari RSUP dr Kariadi Semarang. Puluhan tenaga medis termasuk dokter positif Covid-19 diduga tertular pasien yang menjalani operasi bedah namun tak teridentifikasi. Hal ini diperkuat banyaknya dokter bedah yang positif Covid-19, termasuk peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama RSUP dr Kariadi Semarang, dr Agus Suryanto, Sp.PD-KP, dalam keterangan pers via video conference, Jumat (17/4/2020). Dari hasil penulusuran, kata Agus, jumlah tenaga medis yang terpapar virus itu banyak berasal dari kalangan dokter bedah.
"Dari perkembangan di RS setelah telusur, terdapat beberapa peningkatan di beberapa locus. Pertama, locus dokter bedah. Salah satunya [kemungkinan] adalah terlambatnya identifikasi pasien Covid itu dan disadari setelah operasi. Jadi ini bukan diduga pasien Covid-19," kata Agus.
Dalam kesempatan itu, Agus juga meluruskan pemberitaan yang menyebutkan 46 dokter dan tenaga medis RSUP dr Kariadi Semarang yang tertular Covid-19. Menurutnya, jumlahnya bukan 46, melainkan 34 orang berdasarkan hasil pemeriksaan pada 14 April 2020.
"Kenapa 34? Jadi setelah kami telusur, ada 2 nama, ada keluarganya pasien yang ikut dalam satu pasien. Jadi yang benar adalah 34 pegawai yang positif saat pemeriksaan tanggal 14 [April].
Menurut Agus, sebagian besar tenaga medis termasuk dokter RSUP dr Kariadi Semarang yang tertular Covid-19 tersebut tidak menunjukkan gejala. Ada enam dokter spesialis yang terpapar, yaitu 6 dokter spesialis bedah syaraf, 1 dokter spesialis penyakit dalam, dan 1 dokter spesialis anak.
Selain para dokter bedah, ada 24 dokter dalam status PPDS atau pendidikan dokter spesialis. Yang paling besar, kata Agus, adalah para calon dokter spesialis bedah, yakni sebanyak 15 orang, yang terpapar virus corona.
Artinya, para dokter dan petugas medis RSUP dr Kariadi yang tertular justru bukan tenaga medis yang bertugas menangani pasien Covid-19.
"Yang mencolok adalah 15 PPDS bedah. Untuk [mendampingi] 6 dokter [spesialis di atas] ada 2 physioterapis, 1 tenaga administrasi, dan 1 tenaga perawat," ungkap Agus.
Di luar kasus tersebut, hingga saat ini ada dua pegawai RSUP dr Kariadi Semarang yang meninggal dunia. Satu orang di antaranya terkonfirmasi Covid-19, dan satu lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan kedua (setelah negatif pada pemeriksaan pertama).
Jauh sebelum kasus dokter tertular, RSUP dr Kariadi Semarang memang menjadi rujukan bagi pasien Covid-19. Sejak Januari 2020 hingga April 2020, RSUP Kariadi telah merawat total 496 orang. Perinciannya, 112 positif Covid-19 dan 313 pasien dalam pengawasan (PDP). Dari 313 PDP tersebut, 57 orang di antaranya merupakan pegawai RSUP Kariadi.
"Pasien sembuh 11 orang. Dari pegawai, 9 orang sembuh atau PCR negatif. Pasien meninggal 27 orang, 11 dari positif, 11 dari yang negatif, dan 5 menunggu hasil pemeriksaan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Pemerintah memperpanjang kebijakan WFH ASN sehari dalam sepekan hingga akhir September 2026 dengan pelayanan publik tetap berjalan penuh.
7 rekomendasi motor irit dan tangguh untuk kurir paket, harga mulai Rp18,9 juta. Konsumsi BBM hingga 62 km/liter dengan bagasi luas.
Film dokumenter Melania Trump jadi film terburuk 2026 dengan rating 1,6 IMDb. Simak daftar 9 film rating terendah sepanjang tahun ini.
WhatsApp tidak bisa kirim foto? Gunakan Telegram, Google Drive, atau Gmail sebagai alternatif untuk berbagi gambar dan dokumen dengan cepat dan aman.
Singapura debut jersey Adidas vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Simak 3 kekuatan The Lions dan duel kunci Hariss Harun vs Thom Haye.
Dishub Kulonprogo memperketat evaluasi fasilitas dan pelayanan di Terminal Ngeplang dan Terminal Brosot untuk meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi umum