WHO Sebut 70 Vaksin Virus Corona Masih Dikembangkan, 3 Sudah Diuji Coba pada Manusia

Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua
13 April 2020 22:57 WIB Renat Sofie Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut 70 vaksin virus Corona yang dikembangkan secara global saat ini. Tiga kandidat vaksin telah diujicoba pada manusia.

Vaksin yang telah menjalani proses klinis paling jauh adalah vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh CanSino Biologics Inc. dan Beijing Institute of Biotechnology, yang berada berada dalam fase 2.

“Dua lainnya yang diujicobakan pada manusia adalah perawatan yang dikembangkan secara terpisah oleh produsen obat dari Amerika Serikat, Moderna Inc. dan Inovio Pharmaceuticals Inc.,” tutur WHO dalam suatu dokumen, seperti dilansir Bloomberg, Senin (13/4/2020).

Progres untuk mengembangkan vaksin-vaksin melawan virus mematikan tersebut terjadi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya karena patogen ini tampaknya tidak mungkin dihilangkan melalui tindakan pengendalian saja.

Industri obat berharap dapat menekan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan vaksin itu di tengah pasar, yang biasanya memakan sekitar 10 hingga 15 tahun, menjadi tak lebih dari tahun depan.

Baik produsen-produsen obat besar maupun kecil telah berlomba-lomba mencoba mengembangkan sebuah vaksin, yang akan menjadi cara paling efektif untuk menahan virus itu.

“Raksasa farmasi seperti Pfizer Inc. dan Sanofi memiliki kandidat-kandidat vaksin pada tahap praklinis,” sambung WHO.

Bulan lalu, CanSino mengatakan bahwa mereka menerima persetujuan otoritas China untuk memulai uji coba pada manusia atas vaksinnya.

Sementara itu, Moderna menerima persetujuan regulator untuk bergerak cepat ke tahap pengujian manusia pada bulan Maret, serta melewatkan fase pengujian pada hewan selama bertahun-tahun yang lazimnya merupakan norma dalam pengembangan vaksin.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia