Kasus Baru Covid-19 di China Melonjak, Ini Penyebabnya

Sepasang orang tua beserta bayinya menggunakan pakaian pelindung saat berada di Bandara Internasional Tianhe Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China, yang menjadi pusat wabah virus corona jenis baru COVID-19 pada Jumat (10/4/2020)./Antara - Reuters
13 April 2020 09:27 WIB Renat Sofie Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – China mengalami lonjakan kasus Covid-19 baru. Lebih dari separuh jumlah kasus baru yang dilaporkan oleh China pada Minggu (12/4/2020) ternyata berasal dari sebuah penerbangan dari Rusia ke Shanghai pada 10 April.

Menurut Komisi Kesehatan Kota Shanghai, sebanyak 51 dari 52 imported cases, kasus Corona dari pendatang yang tiba dari luar negeri, pada Sabtu (11/4/2020) adalah warga negara China yang didiagnosis terjangkit Covid-19 setelah mendarat di Shanghai.

Para pendatang tersebut berkontribusi atas lebih dari separuh 97 imported cases yang diungkapkan China pada Minggu (12/4/2020) pagi. Sementara itu, sebanyak 92 orang yang terkait dengan penerbangan Rusia tersebut telah dilacak dan dikarantina, menurut otoritas Shanghai.

Meski demikian, tidak ada informasi lain yang diberikan tentang penerbangan dimaksud dan tidak diketahui dengan jelas mengapa sekelompok warga negara China itu berada di Rusia sebelumnya.

Rusia telah muncul sebagai sumber baru imported case untuk China. Setelah berupaya menjinakkan wabah virus mematikan ini di dalam negerinya sendiri, China kini harus memutar otak untuk mencegah kasus-kasus dari sumber lain.

Dalam upaya untuk membatasi imported case, China telah menghentikan semua kecuali satu penerbangan masuk per pekan untuk maskapai asing. Namun, kasus-kasus baru juga telah menemukan jalannya memasuki negara itu melalui perbatasan darat, terutama dengan Rusia.

Provinsi Heilongjiang timur laut China telah melaporkan lebih dari 100 imported case dari Rusia di perbatasan daratnya sepanjang bulan ini.

China tidak sendirian dalam melaporkan imported case. Beberapa negara lain mengonfirmasi kasus baru karena pemerintah negara-negara itu membawa warga mereka pulang dari luar negeri untuk melindungi mereka dari wabah di negara-negara tersebut.

Rusia sendiri berupaya memperketat lockdown di tengah memburuknya penyebaran virus yang membebani sistem kesehatan setempat, seperti dilansir dari Bloomberg.

Pada Minggu (12/4/2020), Rusia melaporkan jumlah kasus baru Covid-19 meningkat 31 persen dalam semalam menjadi 2.186, sekaligus mendongkrak total kasus di negara ini menjadi 15.770 dengan 130 orang di antaranya meninggal dunia.

Sumber : Bisnis.com, Bloomberg