Advertisement
Pemerintah Sebut Masa Inkubasi Corona di Indonesia Rata-Rata 5-6 Hari
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020).-Antara - Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKRTA--Pemerintah menyebut rata-rata masa inkubasi virus Corona di Indonesia lebih pendek.
Jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah hingga hari ini, Jumat (10/4/2020).
Advertisement
Juru Bicara pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menyebut ada 219 kasus baru di Indonesia.
Penambahan kasus ini, lanjut dia, umumnya terjadi pada 5 sampai 6 hari usai orang tersebut kontak dengan pasien positif Covid-19. Sehingga tidak lagi harus menunggu sampai 14 hari masa inkubasi virus di tubuh.
"Ada tambahan 219 kasus baru, diperkirakan diinfeksinya 5 sampai 6 hari lalu, sehingga totalnya ada 3.512 kasus," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (10/4/2020).
Dirjen P2P Kemenkes itu membenarkan jika rata-rata inkubasi virus itu terjadi di Indonesia. Sehingga data yang diumumkan setiap harinya, merupakan cerminan data penularan yang terjadi di 5 dan 6 hari lalu.
"Artinya kasus yang kita dapatkan hari ini, sebenarnya adalah kasus yang terinfeksi pada 5 sampai 6 hari lalu. Oleh karena itu gambaran kasus hari demi hari merepresentasikan apa yang terjadi di 5 sampai 6 hari lalu," kata dia.
Jika biasanya data menunjukkan mayoritas kasus baru terjadi di DKI Jakarta, 219 kasus baru kali ini tersebar luas hampir ke seluruh Indonesia. Sebanyak 47 kasus ada di DKI, 33 kasus di Jawa Timur, 29 kasus di Sulawesi Selatan, 25 kasus di Banten, 13 Kasus di Sumatera Barat, dan 12 kasus di Jawa Barat maupun Bali.
Yurianto juga mengumumkan penambahan kasus sembuh menjadi 30 orang, sehingga total yang sembuh ada sebanyak 282 orang. Sedangkan yang meninggal bertambah 26 orang, sehingga total korban jiwa ada sebanyak 306 orang.
"Mari bersama-sama sadari betul, bahwa proses penularan yang terjadi harus kita hentikan harus kita akhiri dengan menjaga jarak gunakan masker, tidak perlu keluar rumah jika tidak mendesak," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Libur Lebaran, Mas Marrel Minta Wisatawan Ikut Jaga Kebersihan Jogja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Tuntutan Sri Purnomo Dipersoalkan
- Kapolri Imbau Pemudik Lebaran 2026 Jangan Memaksakan Berkendara
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo 15 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Rest Area Industropolis Batang Dibuka, Pemudik Nikmati View Laut
- Inter Ditahan Atalanta 1-1, Jarak dengan AC Milan Terancam
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Minggu 15 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Atletico Madrid Menang 1-0 atas Getafe, Molina Jadi Penentu
Advertisement
Advertisement








