Turki Distribusikan Masker Gratis kepada Seluruh Warga

Seorang pria mengibarkan bendera Turki dengan potret Mustafa Kemal Ataturk di depan Anitkabir, tempat peristirahatan Ataturk, di Ankara, Turki, Selasa (2/4/2019). - Reuters/Umit Bektas
08 April 2020 21:47 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Turki berencana menyalurkan masker gratis kepada 82 juta penduduknya, dalam upaya memerangi penyebaran virus Corona.

Pada pekan ini, Turki telah meluncurkan sebuah situs web yang memungkinkan warga negara dan penduduk resminya mendaftarkan diri untuk menerima lima masker gratis per pekan, yang akan disalurkan oleh layanan pos nasional.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada akhir pekan lalu. Ketika itu, Erdogan mengumumkan aturan yang mengharuskan semua orang di tempat kerja atau pasar mengenakan masker.

“Kami memiliki stok masker dan rencana produksi yang cukup untuk semua warga kami hingga wabah berakhir. Sebagai negara, kami bertekad untuk memberikan masker gratis kepada semua warga negara,” katanya seperti dikutip Independent, Rabu (8/4).

Selain program ambisius tersebut, pemerintah Turki juga telah melakukan sejumlah upaya penanganan pandemi COVID-19 di negaranya. Termasuk menutup sekolah dan memerintahkan semua penduduk yang berusia di atas 65 tahun untuk tetap berada di rumah.

Akan tetapi, Erdogan berjanji untuk tetap mempertahankan roda produksi dan banyak bisnis, pabrik, serta proyek konstruksi agar tetap beroperasi. Hal ini sempat membuat banyak pihak kecewa, karena menginginkan adanya lockdown yang ketat.

“Setiap pabrik yang dapat bekerja akan terus bekerja. Petani kami tidak akan membiarkan tanah mereka tidak tergarap,” katanya.

Erdogan juga mengumumkn bahwa pemerintah akan membangun dua rumah sakit berkapasitas 1.000 tempat tidur untuk mengobati pasien infeksi di Istanbul, kota yang paling para terkena dampak dari virus corona di Turki.

Adapun, berdasarkan data Worldometer hingga hari ini Turki telah mencatatkan jumlah statistik COVID-19 lebih dari 34.000 kasus infeksi, dengan jumlah kematian sebanyak 725 kasus dan jumlah pasien sembuh banyak 1.500 kasus.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia