Vitamin C Dosis Tinggi Disebut Bisa Cegah Corona, Benarkah?

Buah-buahan sebagai sumber vitamin C - JIBI/Bisnis.com
02 April 2020 23:07 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Suplemen vitamin C belakangan laris. Beberapa dokter merekomendasikan konsumsi vitamin C dosis tinggi karena bisa meningkatkan imunitas tubuh hingga mencegah infeksi virus Corona.

Para ahli kesehatan medis mengatakan ada sedikit bukti bahwa vitamin C dapat mencegah flu biasa. Harriet Smith, seorang ahli diet mengatakan vitamin C memang memainkan peran penting dalam kekebalan.

Contoh yang bagus dari hal ini adalah pada pelaut yang mengembangkan penyakit kudis karena kekurangan vitamin C. Namun, minim bukti suplemen vitamin C dapat mengurangi keparahan dan durasi pilek.

“Namun hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C dapat mencegah atau menyembuhkan virus Corona (Covid-19). Sebab, virus Corona dan flu biasa adalah virus yang sangat berbeda, sehingga hasilnya tidak berlaku untuk coronavirus," ungkap Smith seperti dilansir dari Sky News, pada Kamis (2/4/2020).

Dia menjelaskan asupan nutrisi dari vitamin C adalah 40 miligram per hari. Ini bisa didapatkan dengan mudah hanya dengan mengonsumsi jeruk atau buah kiwi. "Vitamin C larut dalam air, jadi mengonsumsi lebih dari yang dibutuhkan tubuh akan membuatnya dikeluarkan melalui urin,” tambahnya.

Untuk itu, Smith tidak merekomendasikan mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi di rumah, karena dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti diare. Dia menyaarankan agar lebih baik untuk menjaga pola mkan, diet seimbang, dan memperbanyak konsumsi buah seperti jeruk dan sayuran berdaun hijau dan bahkan kentang untuk mendapat kekebalan tubuh terhadap penyakit.

“Lebih baik mendapatkan vitamin C dari makanan utuh dibandingkan dengan suplemen karena tambahan manfaat nutrisi seperti antioksidan, yang tidak dapat anda dapat dalam suplemen,” sebutnya.

Diakuinya saat ini ada beberapa penelitian yang sedang berlangsung untuk melihat efek dosis tinggi mengonsumsi vitamin C pada virus corona. Namun uji coba ini masih dalam tahap awal dan belum mendapatkan kesimpulan.

The British Nutrition Foundation mengatakan tidak ada makanan atau suplemen, dapat melindungi tubuh dari COVID-19. Akan tetapi menerapkan pola makan yang sehat penting dalam mendukung fungsi kekebalan tubuh kita dan banyak nutrisi mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.

Pekan lalu, Dr Andrew Weber, seorang ahli paru dan spesialis perawatan kritis di Long Island, mengatakan dia telah memberikan 1.500 miligram vitamin intravena saat melakukan perawatan intensif seorang pasien virus corona. Dosis yang sama juga diberikan kembali tiga atau empat kali sehari.

"Para pasien yang menerima vitamin C secara signifikan lebih baik daripada mereka yang tidak mendapatkan vitamin C," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia