Penyakit Pneumonia Aneh Mirip Corona Sudah Muncul di Italia Sejak November 2019

Wisatawan di Colosseum Roma, Italia mengenakan masker. - Reuters
23 Maret 2020 16:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Selama ini para ilmuwan meyakini virus Corona yang kini menjadi pandemi global pertama kalu muncul di Wuhan, Hubei, China. Namun belakangan keyakinan itu diragukan.

Sebuah penyakit pneumonia aneh menyebar di utara Italia sejak setidaknya November 2019, beberapa pekan sebelum para dokter di China mulai sadar akan adanya infeksi virus corona baru yang belakangan dinamai Covid-19.

Giuseppe Remuzzi, Direktur Institut Riset Farmakologi Mario Negri di Milan, dalam wawancara dengan NPR, stasiun radio Amerika Serikat, mengatakan bahwa pnemonia itu sangat aneh dan efeknya sangat parah saat menimpa orang-orang berusia lanjut.

"Para praktisi kesehatan ingat, mereka sudah mulai melihat pnemonia aneh, sangat parah, terutama pada orang lanjut usia pada Desember dan bahkan November," kata Remuzzi seperti dilansir dari NPR oleh South China Morning Post (SCMP).

"Ini artinya virus itu merebak, setidaknya di Lombardy (Italia bagian utara), sebelum kita sadar akan merebaknya virus di China," lanjut dia.

Komentar Remuzzi itu muncul ketika para ilmuwan sedang mencari asal-muasal virus corona baru Sars-Cov-2 yang menjadi wabah di seluruh dunia. Selama ini media melaporkan bahwa virus itu berasal dari Wuhan, Hubei, China.

Tetapi para ilmuwan di China mengatakan bahwa bukan karena pertama kali dilaporkan di China, berarti virus tersebut berasal dari China. Sampai saat ini belum diketahui dari mana asalnya virus penyebab wabah Covid-19.

Italia sendiri melaporkan kasus penularan lokalnya pada 21 Februari 2020. Sebelumnya semua kasus Covid-19 di Italia diklaim sebagai kasus import atau dari negara lain.

Italia juga sudah menutup penerbangan ke China pada 31 Januari dan menjadi negara pertama yang membatasi diri dengan Tiongkok akibat Covid-19.

Saat ini sudah ada lebih dari 53.000 kasus virus corona baru Covid-19 di Italia, dengan korban meninggal lebih dari 5.400 orang - lebih banyak dari China yang mencapai 3.270 korban jiwa. Di China, kasus Covid-19 mencapai lebih dari 80.000.

Di Wuhan, tempat penyakit ini pertama kali terdeteksi, dokter mulai sadar akan adanya pnemonia aneh yang penyebabnya tak dikenal, pada Desember 2019.

Sumber resmi pemerintah China menyebut bahwa kasus pertama tercatat pada 1 Desember, tetapi sejumlah media - termasuk SCMP - melaporkan bahwa kasus pertama Covid-19 di Wuhan diduga sudah ada pada tanggal belasan November.

Soal penyebarannya di Italia, para ilmuwan saat ini menduga bahwa virus itu dibawa oleh warga Italia yang sebelumnya memiliki riwayat kontak dengan warga China pada akhir Januari.

Debat soal asal mula Covid-19 memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggunakan frasa "Virus China" dalam beberapa acara resmi untuk mengacu pada virus corona baru ini.

Aksi Trump, yang beberapa kali dituding dan terbukti menyebar hoaks, diprotes oleh Beijing. Bahkan juru bicara Kementerian Luar Negeri China menuding bahwa virus corona baru dibawah oleh militer AS ke Wuhan.

Sumber : Suara.com