Jokowi: Kesempatan Belajar dan Bekerja dari Rumah Jangan Dipakai untuk Liburan

Joko Widodo - Reuters/Willy Kurniawan
19 Maret 2020 15:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo sudah mengimbau para pekerja untuk bekerja dari rumah. Namun ia meminta masyarakat tidak menyalahgunakan kebijakan itu untuk berlibur.

Jokowi melihat di akhir pekan justru banyak masyarakat yang berlibur ke obyek wisata di luar Jakarta. Padahal, masyarakat semestinya bisa berdiam diri di rumah agar meminimalisir penularan Covid-19 yang eskalasinya cukup meningkat.

“Kebijakan belajar di rumah, kebijakan berkerja di rumah, kebijakan beribadah di rumah, jangan sampai kebijakan ini dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk liburan,” ucap Jokowi dalam rapat terbatas Laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 melalui video conference di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

“Saya lihat Sabtu Minggu kemarin di pantai Carita, di Puncak, lebih ramai dari biasanya, sehingga hal ini akan memunculkan sebuah keramaian yang beririsko memperluas penyebaran Covid-19,” tambah dia.

Jokowi meminta kebijakan belajar, bekerja dan beribadah dari rumah betul-betul diterapkan secara efektif di lapangan. Namun demikian, ia juga menyoroti masih ada pekerja yang tidak bisa bekerja dari rumah. Kepada mereka yang masih belum bisa seperti itu, Jokowi mengimbau agar tetap menjaga jarak.

“Kita juga harus tahu juga bahwa yang tidak berkerja di rumah, tentu tetap berkerja di lapangan dan di kantor dengan tetap saling menjaga jarak,” jelasnya.

“Saya juga minta diterapkan secara ketat menjaga jarak, social distancing di area-area publik, termasuk di dalam transportasi publik, seperi di bandara, pelabuhan, statisun kereta api, stasiun bus,” sambung Jokowi.

Pemerintah, kata dia, sangat berkepentingan untuk menahan laju penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, masyarakat dimbau untuk mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat yang lain.

“Kita terus menggencarkan sosialisasi menjaga jarak, social distancing dan mengurangi kerumunan yang membawa risiko penyebaran Covid-19,” tutupnya.

Sumber : Okezone