Identitasnya Diketahui Publik, Dua Pasien Virus Corona Mengalami Depresi

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19 Achmad Yurianto (kanan) dan Dirut PT Angkasa Oura II M Awaluddin memberi keterangan soal penanganan virus corona di Indonesia di Istana Presiden, Senin (9/3/2020). JIBI - Bisnis/ M Khadafi
09 Maret 2020 15:27 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kondisi fisik kedua pasien pertama virus corona Covid-19 di Indonesia dalam kondisi stabil. Namun, Juru bicara penanganan Covid-19 untuk Indonesia Achmad Yurianto mengatakan keduanya terpantau dalam kondisi psikologis yang terbebani.

Seperti diketahui, identitas kedua pasien pertama tersebut sempat tersebar luas melalui pemberitaan dan sosial media.

"Agak depresi akibat identitas terbuka. Sekarang mereka agak tertekan dengan itu. Faktor psikologis akan berlengaruh ke imunitas," kata Yuri di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Yuri menjelaskan beban psikologis berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Hal itu diduga memengaruhi kemampuan pasien melawan Covid-19.

Per hari ini, Senin (9/3/2020), hasil pemeriksaan laboratorium keduanya masih menunjukan positif Covid-19. Padahal, kata Yuri, keduanya telah menjalani masa isolasi selama 7 hari sejak pertama kali dinyatakan terinfeksi dan dengan catatan kondisi fisik yang terus membaik.

Adapun hingga siang hari ini, Senin (9/3/2020), Indonesia mencatat 6 kasus positif Covid-19. Semua pasien tengah diisolasi di rumah sakit.

Sebanyak 5 kasus di antaranya saling terkait. Awal mula kasus diduga ketika satu di antaranya tertular dari warga negara Jepang saat menghadiri sebuah acara pesta dansa di Jakarta.

Sementara itu 1 kasus lainnya, terinfeksi saat menjadi anak buah kapal Diamond Princess. Kapal tersebut sempat disebut sebagai episentrum penyebaran Covid-19.

Menurut Yuri, seluruh pasien saat ini dirawat tanpa gejala kesehatan yang signifikan dan juga tanpa alat bantu kesehatan, seperti selang oksigen dan infus. Hingga, Minggu (8/3/2020), Kementerian Kesehatan telah meneliti 620 spesimen terkait pengendalian wabah Covid-19 dari 25 provinsi. Sebanyak 21 tergolong suspect atau diduga telah terinfeksi, tetapi masih membutuh observasi lebih lanjut.

Sumber : Bisnis.com