Liputan Corona, Dewan Pers: Rahasiakan Identitas Pasien

Sejumlah awak media mendengarkan penjelasan mengenai satu pasien rujukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Rabu (29/01/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
05 Maret 2020 12:27 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemberitaan mengenai virus Corona semakin gencar seiring pengumuman Presiden Joko Widodo tentang adanya dua WNI yang  positif terjangkit virus mematikan itu. Dewan Pers mengimbau kepada seluruh media untuk tetap memegang pedoman dalam kode etik selama melakukan peliputan.

Melalui rilis resminya yang diterima Harianjogja.com, Kamis (5/3/2020), Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menyampaikan beberapa hal penting terkait pemberitaan media massa baik cetak maupun elektronik.

"Pemberitaan mengenai virus Corona memgang teguh prinsip kode etik jurnalistik seperti memberitakan secara akurat, berimbang, selalu menguji informasi, tidak beritikad buruk serta dilakukan secara proporsional," tulis Mohammad Nuh.

Dalam pemberitaan, media massa tidak diperkenankan membuat berita yang berlebihan, harus memperhatikan kepentingan publik yang lebih luas, dan tidak menimbulkan kepanikan masyarakat.

"Media massa tidak memuat identitas pasien baik yang dinyatakan positif terkena virus Corona maupun pasien dalam pengawasan otoritas kesehatan baik nama, foto, atau alamat tinggalnya karena pasien adalah korban yang harus dihargai hak privasinya," tegas dia.

Dewan pers juga menyoroti pentingnya media massa untuk menjaga diri agar jangan sampai para awak media justru terjangkit virus Corona saat melakukan liputan di lapangan.

"Media massa bersama otoritas kesehatan menyampaikan informasi yang memberikan kepastian dalam masyarakat dan tidak membuat laporan atau berita yang hanya mencari sensasi dan meresahkan masyarakat," tuturnya.