Advertisement
Pasien Meninggal karena Flu, Dokter RSUP Kariadi Semarang Klaim karena Flu Babi Bukan Corona
Dokter sedang melakukan perawatan pada pasien virus corona. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG- Tim dokter RSUP Dokter Kariadi Semarang mengklaim tidak ada pasien positif virus corona yang dirawat oleh pihaknya.
Pasien meninggal yang sebelumnya dirawat di ruang isolasi RSUP Dokter Kariadi Semarang dinyatakan positif influenza tipe A atau virus H1N1 OMD 09 yang menyebabkan wabah flu babi. Saat ini, satu pasien yang masih dirawat di ruang isolasi kondisinya semakin membaik.
Advertisement
RSUP Dr Kariadi menegaskan pasien yang meninggal pada Minggu (23/2/2020) bukan karena virus korona. Hal ini diketahui setelah hasil laboratorium Puslitbangkes Kementerian Kesehatan keluar.
Anggota tim penyakit infeksi new-emerging dan re-emerging Fathur Nurcholis menegaskan, pasien diketahui mempunyai riwayat kunjungan ke negara Spanyol. Kondisi pasien melemah karena dipicu virus H1N1.
"Data yang kami dahulukan itu negatif korona. Lah terus penyebabnya apa? dari hasil pemeriksaan, penyebabnya itu H1N1," ujar Fathur di RSUP Dr Kariadi Semarang, Kamis (27/2/2020).
Dia menjelaskan, kemungkinan penularan virus ini kepada korban karena bakteri atau jamur. Gejalanya pun sama seperti orang flu pada umumnya.
"Bisa karena bakteri, jamur. Jadi penyakit-penyakit yang menyerupai orang flu," katanya.
Sebelumnya, satu dari tiga pasien yang diduga terpapar virus korona (Covid-19) di RSUP Dr Kariadi meninggal dunia.
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr Kariadi Agoes Oerip Poerwoko menjelaskan, kematian pasien bukan karena virus corona.
"Ada satu pasien kami yang sempat diobservasi karena maraknya wabah korona beberapa hari lalu. Tapi dia meninggal bukan karena suspect. Akan tetapi dia sakit pernapasan akut," katanya, Selasa (25/2/2020).
Penanganan pasien meninggal dunia itupun diberlakukan khusus melihat pasien pernah diisolasi dan saat itu hasil uji laboratorium dari Kementerian Kesehatan belum keluar. Jenazah pun dibungkus plastik setelah dimandikan.
"Sampai pada saat pasien itu meninggal, kami perlakukan sama seperti pada saat simulasi. Dan itu sudah biasa kami lakukan pada saat penanganan kasus flu burung," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Senin Mau ke Solo? Simak Jadwal Keberangkatan KRL Jogja-Solo, 23 Maret
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
- Banyak Lakukan Kesalahan, Leo/Bagas Gagal di Orleans Master
- KORKAP Sleman Disiapkan Jadi Sistem Pengembangan Atlet
- Ular Masuk Sanggar Didik Nini Thowok, Petugas Damkar Langsung Meluncur
- Begini Cara Mendapatkan Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik
- Harga Emas Pegadaian Turun Tipis Seusai Lebaran, Ini Daftarnya
Advertisement
Advertisement







