Usai Erupsi Merapi, Warga di Lereng Beraktivitas Normal

Penampakan Gunung Merapi daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
13 Februari 2020 09:17 WIB Newswire News Share :


Harianjogja.com, BOYOLALI- Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah mengalami letusan pada Kamis (13/2/2020) pagi dengan durasi 150 detik. Aktivitas warga di lereng Gunung Merapi, Boyolali terpantau masih normal.

Erupsi Gunung Merapi memang sempat membuat kaget warga yang tinggal di Kecamatan Musuk, Boyolali, Kamis (13/2/2020). Namun tidak tampak ada kepanikan. Warga ramai-ramai keluar rumah untuk melihat aktivitas gunung tersebut sambil beberapa di antaranya memotret momen Gunung Merapi erupsi.

Aktivitas warga yang berada di jarak sekitar 8 km dari puncak Gunung Merapi ini juga berlangsung normal. Saat ini sebagian warga sedang berangkat ke ladang untuk memetik bunga mawar untuk selanjutnya dijual ke pasar.

"Tadi kelihatan prempul-prempul (kolom erupsi membumbung), tetap aktivitas seperti biasanya," kata salah seorang warga, Woro, sembari memetik bunga mawar di kebunnya kepada detikcom.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi meletus pada pukul 05.16 WIB pagi tadi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkap tinggi kolom erupsi Gunung Merapi mencapai sekitar 2.000 meter atau 2 km.

Rrupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo 75 mm dengan durasi 150 detik. Status Gunung Merapi masih Waspada sejak 21 Mei 2018.

Sumber : Detik.com