Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik Ancol, Ini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Ilustrasi teroris ISIS./Shutterstock
Harianjogja.com, JAKARTA - Ada sejumlah pihak termasuk pejabat yang mengatakan bahwa ISIS bukanlah negara dan karenanya WNI yang bergabung di dalamnya tidak hilang kewarganegaraannya. Hal tersebut disampaikan Guru Besar Hukum International Universitas Indonesia (UI), Hikmawanto Juwana.
Menurutnya, secara teoritis apakah ISIS negara ataupun tidak memang dapat diperdebatkan. "Sama seperti halnya Israel, apakah negara atau bukan? Menurut AS Israel adalah negara, namun tidak menurut Indonesia. Sebaliknya Indonesia menganggap Palestina adalah negara, namun AS tidak menganggap demikian," kata Hikmawanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/02/2020).
Hal yang sama, kata dia, terjadi pada Republic of China atau Taiwan. "Masyarakat di Taiwan menyatakan dirinya sebagai negara, bahkan ada berbagai organ negara, seperti presiden," terangnya.
Namun, lanjut Himawanto, Indonesia, AS dan banyak negara tidak mengakui Taiwan sebagai negara.
Menjadi pertanyaan bila ada WNI yang bergabung dengan tentara Israel apakah ia akan kehilangan kewarganegaraannya, mengingat Israel bukanlah negara menurut Indonesia. Atau apakah bila ada WNI yang ikut dalam latihan militer RoC maka yang bersangkutan tidak kehilangan kewarganegaraannya, mengingat Indonesia mengakui PRC sebagai negara.
Bagaimana dengan ISIS?
Bagi pengikut ISIS, kata dia, tentu menganggapnya sebagai negara, namun tidak demikian oleh Indonesia dan semua negara di dunia. Lalu tidakkah WNI yang tergabung dalam ISIS kehilangan kewarganegaraannya.
Bila mencermati Pasal 23 ayat (d) UU Kewarganegaraan maka pembentuk UU saat sangat cermat menangkap kekisruhan apa yang dimaksud dengan \'negara\'.
"Oleh karenanya pembentuk UU tidak menggunakan istilah \'negara\' dalam rumusan Pasal 23 huruf (d). Adapun yang digunakan adalah istilah \'dinas tentara asing\'. Oleh karenanya istilah dinas tentara asing tidak berkaitan dengan \'negara\'," tuturnya.
Lebih jauh Hikmawanto mengungkapkan, dinas tentara asing bisa mencakup tentara dari suatu negara yang diakui oleh Indonesia, atau tentara dari suatu negara yang tidak diakui oleh Indonesia, atau tentara dari sebuah pemberontak di suatu negara. Oleh karenanya mereka yang tergabung dalam tentara ISIS telah hilang kewarganegaraannya karena bergabung dengan dinas tentara asing.
Kalaulah argumentasi di atas kurang meyakinkan apakah ISIS negara atau bukan, pertanyaanya adalah apakah ISIS merupakan pemberontak dari pemerintahan yang sah atau tidak. Bukankan salah satu tujuan ISIS adalah menggulingkan pemerintahan yang sah di Suriah dan Irak.
Bila demikian, tidakkah para WNI yang tergabung dalam ISIS sebenarnya masuk dalam pemberontak di suatu negara. Oleh karena itu secara otomatis WNI yang tergabung dalam tentara ISIS akan kehilangan kewarganegaraannya.
Otomatis di sini karena merujuk pada Pasal 31 Ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 2/2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan dan Pembatalan Kewarganegaraan. Dalam Pasal 31 ayat (1) disebut \'Warga Negara Indonesia dengan sendirinya kehilangan kewarganegaraannya karena...\'
Kata "dengan sendirinya" berarti tidak perlu lagi ada proses lanjutan bila terpenuhi salah satu dari berbagai alasan yang ada. "Kalaulah ada proses lanjutan hal tersebut untuk tujuan administrasi belaka. Hal ini diatur dalam Pasal 32 hingga 34 PP 2 Tahun 2007," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san