Advertisement
Ilmuwan Inggris Temukan Terobosan Baru dalam Penelitian Vaksin Corona
Relawan menggunakan pakaian pelindung saat membasmi kuman di perumahan untuk mengantisipasi wabah virus coronadi Taizhou, Provinsi Zhejiang, China (30/1/ 2020). - China Daily via Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Ilmuwan terkemuka Inggris menciptakan terobosan signifikan dalam menemukan vaksin virus corona, dengan mengurangi waktu pengembangan normal dari dua hingga tiga tahun menjadi hanya dalam 14 hari.
Profesor Robin Shattock, Kepala Infeksi Mukosa dan Kekebalan di Imperial College London, menyebut dia dalam tahap awal menguji vaksin pada binatang secepatnya pekan depan, dengan studi manusia pada musim panas apabila mengantongi dana yang mencukupi
Advertisement
"Prosedur konvensional biasanya memakan waktu sedikitnya dua hingga tiga tahun sebelum anda bahkan sampai ke klinik," katanya kepada Sky. "Dan kami keluar dari urutan itu untuk menghasilkan satu kandidat di laboratorium dalam 14 hari," kata dia dalam wawancara dengan Sky TV.
Vaksin tersebut akan terlalu terlambat untuk wabah yang cepat menyebar saat ini, namun akan menjadi penting jika ada vaksin untuk melawan virus tersebut, katanya.
Sementara itu KBRI Singapura belum bisa menemui langsung seorang WNI yang terinfeksi virus corona tipe baru (2019-nCoV), karena ia masih diisolasi di Singapore General Hospital.
“Kalau (bertemu) secara langsung tidak bisa karena yang bersangkutan masih diisolasi, namun komunikasi terus kami lakukan dengan pemerintah Singapura untuk memastikan kondisi yang bersangkutan,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah saat ditemui di Jakarta, Rabu (5/2/2020).
Menurut Faizasyah, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap kondisi WNI itu, yang merupakan kasus pertama penularan virus corona terhadap WNI.
Identitas WNI tersebut belum diketahui hingga kini karena dilindungi Personal Data Protection Act Singapura.
WNI yang merupakan pekerja rumah tangga itu diduga tertular virus corona dari majikannya, warga negara Singapura yang sebelumnya juga telah ditetapkan positif terjangkit virus mirip flu itu.
Meskipun belum bisa menemui WNI tersebut, KBRI Singapura terus berkomunikasi dengan otoritas setempat terutama Kementerian Kesehatan Singapura untuk memastikan perawatan dan proses pemulihan berjalan baik.
“Jadi yang kita pastikan sekarang adalah komitmen dari pihak Singapura untuk memastikan perawatannya, dan harapan kita bersama segera pulih kembali,” tutur Faizasyah.
KBRI juga telah menitipkan nomor telepon darurat yang setiap saat bisa dihubungi oleh WNI itu jika ingin berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mudik Lebaran 2026, Konsumsi BBM Bensin Diproyeksi Naik 12 Persen
- Ramadan Bikin Pengeluaran Naik, Begini Cara Mengelola Keuangan
- Bocah 10 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo Sragen
- Motor Rental Digadaikan Rp12 Juta, Pria Asal Sleman Ditangkap Polisi
- Operasi Ketupat Candi 2026: Sukoharjo Dirikan 3 Pos Mudik
- Jadwal Buka Puasa Jogja Kamis 12 Maret 2026, Magrib 17.57 WIB
- Suzuki Perkuat Pasar Mobil Listrik di Indonesia lewat e-Vitara
Advertisement
Advertisement









