Tragedi PMI Ilegal! 7 WNI Tewas, DPR Bongkar Dugaan Mafia
Tragedi kapal PMI ilegal di Malaysia tewaskan 7 WNI. DPR desak bongkar mafia pengiriman tenaga kerja ilegal hingga ke akar.
Rocky Gerung./Suara
Harianjogja.com, JAKARTA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor menilai akademisi Rocky Gerung telah melakukan tindak pelecehan karena lupa dengan Wakil Presiden Ma\'ruf Amin sehingga salah menyebut nama Ma\'ruf.
"Menurut saya orang seperti dia ini tidak mungkin tidak tahu atau lupa nama Ma\'ruf Amin sebagai wakil presiden. Saya kira ini jelas upaya atau perilaku melecehkan wakil presiden dan ini menurut saya hal yang tidak baik yang dimunculkan oleh orang yang selalu mengatakan bahwa dirinya ini pintar. Bahkan dia mengatakan orang tidak seperti kepintarannya itu dia bilang dungu. Mana orang pintar sikapnya seperti ini?" ujar Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas kepada wartawan, Selasa (4/2/2020) malam.
"Kalau dia tidak suka dengan KH Ma\'ruf Amin, ya hargai dia sebagai orang tua. Orang pintar seperti dia ini kan tahu nilai-nilai," kata Yaqut menambahkan.
Yaqut belum berencana melaporkan Rocky atas pernyataannya. Namun menurutnya, Rocky mesti diberikan efek jera. "Saya cek dulu pernyataan lengkapnya bagaimana. kalau ada unsur begitu, tampaknya dia ini harus dikasih efek jera. Berkali-kali kan Rocky Gerung seenaknya," ujar Yaqut yang juga anggota DPR dari Fraksi PKB ini.
Kejadian salah sebut nama Ma\'ruf terjadi di acara peluncuran buku #KamiOposisi di gedung DPR. Rocky beralasan lupa karena menurutnya Ma\'ruf Amin jarang muncul di publik.
"Wartawan bertanya kepada Pak Mafluf Amin. \'Pak Mafluf setelah 100 hari bagaimana keadaan ekonomi dan politik?\' Kata Mafluf Amin, ya kata Pak Mafluf Amin baik-baik saja. Jadi Pak Mafluf..." ujar Rocky, Selasa (4/2/2020).
"Pak Ma\'ruf," timpal hadirin.
"Karena jarang muncul, saya suka lupa namanya. Bukan salah saya, salah pers. Kenapa nggak diberitakan apa sebetulnya yang terjadi pada beliau," ucap Rocky disambut tawa hadirin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Tragedi kapal PMI ilegal di Malaysia tewaskan 7 WNI. DPR desak bongkar mafia pengiriman tenaga kerja ilegal hingga ke akar.
Mensos Gus Ipul menonaktifkan dua pejabat pengadaan Sekolah Rakyat terkait investigasi dugaan maladministrasi pengadaan barang.
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Ditjenpas membantah video viral dugaan sel mewah dan penggunaan HP di Lapas Cilegon serta menegaskan pengawasan tetap dilakukan.
Xi Jinping menjelaskan filosofi “langit bulat dan bumi persegi” kepada Donald Trump saat berkunjung ke Kuil Langit Beijing.