CKG Bantul Diburu 460.000 Warga, Dinkes Gencarkan Jemput Bola
Dinkes Bantul menargetkan 460.000 warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 dengan strategi jemput bola hingga komunitas.
Mahfud MD. /Sntarafoto-Reno Esnir
Harianjogja.com, JAKARTA - Kabar bahwa pengamat politik Rocky Gerung menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memahami Pancasila ternyata sudah sampai ke telinga Mahfud MD. Namun Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan itu tak mau menggubris pernyataan itu.
Alasannya, Rocky mengaku tak tertarik dengan omongan Rocky yang disampaikan saat menjadi narasumber di acara salah satu televisi tersebut.
"Saya enggak pernah tertarik omongannya Rocky Gerung. Enggak tahu saya," ujar Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Ketika ditanya apakah pernyataan Rocky sudah masuk dalam unsur penghinaan kepada Kepala Negara, Mahfud tak berkomentar. Alasannya, PDI Perjuangan sudah menyatakan sikap atas tuduhan Rocky kepada Jokowi. "Kan PDIP sudah bersikap," katanya.
Sebelumnya, Rocky Gerung menyebut presiden tidak mengerti Pancasila. Menurutnya, jika Presiden paham maka tidak akan melanggar sila-sila di Pancasila.
Pernyataan ini disampaikannya saat hadir di acara ILC TV One bertajuk "Maju Mundur Izin FPI" yang tayang pada Selasa (3/12/2019) malam.
Rocky Gerung awalnya berbicara tentang ormas. Ia mengatakan bahwa ada banyak logika yang kacau disampaikan ke publik terkait polemik perpanjangan izin FPI ini.
"Kalau dia ormas, memang dia musti berbeda dengan pemerintah. Kalau ormas sama dengan pemerintah ya namanya orneg, organisasi negara," ucapnya
Menurut Rocky, "kita enggak tahu sebetulnya apa dalil pertama bernegara."
Ia juga menyebut dirinya tidak Pancasila-is, tapi tidak anti Pancasila. Karena menurutnya, tidak masuk akal Pancasila dijadikan ideologi negara.
"Negara itu barang abstrak, benda mati pula, yang berideologi itu orang individu dengan keyakinan hidup. Jadi negara yang berideologi itu dua kali ngaco. Saya terangkan ini dalam rangka pikiran, bukan politik," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Dinkes Bantul menargetkan 460.000 warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 dengan strategi jemput bola hingga komunitas.
Naga Sembilan juarai IHR Piala Paku Alam 2026 di Jogja, kalahkan rival kuat dalam ajang pacuan kuda bergengsi.
Sering pegal di ruangan AC? Dokter ungkap penyebab sebenarnya dan tips mencegah nyeri otot serta sendi.
Wali Kota Jogja luncurkan SAKTI PURNABAKTI, program senior living dan health tourism untuk tingkatkan kualitas hidup lansia.
Messi samai rekor Klose di Piala Dunia, Mbappe mengancam. Siapa jadi top skor sepanjang masa?
Rupiah diproyeksi menguat hari ini di tengah pelemahan dolar AS dan sentimen damai AS-Iran meski masih tertekan isu tarif.