Advertisement
AP II Antisipasi Masuknya Virus Corona di 19 Bandara
Warga memakai masker berjalan melalui lorong bawah tanah ke kereta bawah tanah di Beijing, China, 21 Januari 2020 di tengah merebaknya coronavirus. - REUTERS / Jason Lee
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Kewaspadaan terus dilakukan Indonesia menghadapi virus Corona yang mewabah di China dan mulai terdeteksi di sejumlah negara. PT Angkasa Pura II (Persero) belum menemukan penumpang pesawat yang positif terjangkit virus Corona di 19 bandara yang dikelola perseroan.
Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menyatakan terus berkoordinasi untuk memastikan kemungkinan masuknya virus tersebut ke wilayah Indonesia.
Advertisement
Dia menegaskan dari 19 bandaranya belum ada lagi laporan mengenai penumpang yang dicurigai terkena virus Corona.
"Sejauh ini sampai [minggu] siang ini belum ada pelaporan. Ada beberapa yang diduga suspect seperti tadi pagi, di kantor cabang Jambi ada diperkirakan suspect," ungkapnya Minggu (26/1/2020) malam.
BACA JUGA
Dia juga sudah mengonfirmasi bahwa terduga tersebut negatif virus Corona. Dia menerangkan AP II langsung berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan meminta kepala kantor otoritas bandara sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Koordinasi antar-stakeholder adalah kepala kantor otoritas bandara, contohnya di Bandara Soetta beliaulah yang akan koordinasi custom, imigrasi, karantina, operator, dan maskapai," tuturnya.
Khusus virus Corona, dia melakukan koordinasi dengan pihak terkait khususnya Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Kemenkes dalam konteks pemasangan infrastruktur seperti thermal scanner. "Tiap bandara kita pastikan alat ini dengan mudah terpasang, di semua, 19 bandara termasuk Soetta [Soekarno-Hatta] sudah terpasang dan beroperasi," paparnya.
Sementara itu, tim di bandara pun sudah bergerak termasuk dari pihak karantina dan memperhatikan pergerakan penumpang berkoordinasi dengan pihak imigrasi.
Selain melakukan koordinasi dengan KKP, Awaluddin menambahkan pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah regulator. "Karena dia yang memiliki akses terhadap kebijakan regulasi dan kebijakan antarregulator lain, seperti kemenhub regulator transportasi udara, harus berkoordinasi dengan regulator pergerakan penumpang dalam konteks imigrasi," paparnya.
Menurutnya, AP II juga melakukan konsolidasi di internal khusus pihak yang bertugas langsung berhadapan dengan penumpang atau frontliner seperti keamanan bandara, kebersihan, customer service, dan lain-lainnya.
"Mereka yang terdepan bertemu akses terhadap pergerakan penumpang. Ini kita sudah minta mereka menggunakan masker N95," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
- Vonis Mati Tahanan Palestina oleh Israel Disorot Indonesia
- Kasus Video Profil Desa Karo, Majelis Hakim Bebaskan Amsal Sitepu
- Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Dihentikan Total
- Kondisi Psikologis Aktivis KontraS Andrie Yunus Stabil
Advertisement
KRL Jogja-Solo Padat Seharian, Ini Jadwal Kamis 2 April 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Babak I Bolivia vs Irak 1-1, Tiket Piala Dunia Dipertaruhkan
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Rusia: Serangan ke Pasukan UNIFIL Jangan Dianggap Normal
- Meta Perluas Pemakaian AI untuk Moderasi Konten dan Efisiensi
- Jadwal KRL Solo Jogja per 1 April 2026, Layani Mobilitas Seharian
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
Advertisement
Advertisement








