AP II Antisipasi Masuknya Virus Corona di 19 Bandara

Warga memakai masker berjalan melalui lorong bawah tanah ke kereta bawah tanah di Beijing, China, 21 Januari 2020 di tengah merebaknya coronavirus. - REUTERS / Jason Lee
27 Januari 2020 09:07 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Kewaspadaan terus dilakukan Indonesia menghadapi virus Corona yang mewabah di China dan mulai terdeteksi di sejumlah negara. PT Angkasa Pura II (Persero) belum menemukan penumpang pesawat yang positif terjangkit virus Corona di 19 bandara yang dikelola perseroan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menyatakan terus berkoordinasi untuk memastikan kemungkinan masuknya virus tersebut ke wilayah Indonesia.

Dia menegaskan dari 19 bandaranya belum ada lagi laporan mengenai penumpang yang dicurigai terkena virus Corona.

"Sejauh ini sampai [minggu] siang ini belum ada pelaporan. Ada beberapa yang diduga suspect seperti tadi pagi, di kantor cabang Jambi ada diperkirakan suspect," ungkapnya Minggu (26/1/2020) malam.

Dia juga sudah mengonfirmasi bahwa terduga tersebut negatif virus Corona. Dia menerangkan AP II langsung berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan meminta kepala kantor otoritas bandara sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Koordinasi antar-stakeholder adalah kepala kantor otoritas bandara, contohnya di Bandara Soetta beliaulah yang akan koordinasi custom, imigrasi, karantina, operator, dan maskapai," tuturnya.

Khusus virus Corona, dia melakukan koordinasi dengan pihak terkait khususnya Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Kemenkes dalam konteks pemasangan infrastruktur seperti thermal scanner. "Tiap bandara kita pastikan alat ini dengan mudah terpasang, di semua, 19 bandara termasuk Soetta [Soekarno-Hatta] sudah terpasang dan beroperasi," paparnya.

Sementara itu, tim di bandara pun sudah bergerak termasuk dari pihak karantina dan memperhatikan pergerakan penumpang berkoordinasi dengan pihak imigrasi.

Selain melakukan koordinasi dengan KKP, Awaluddin menambahkan pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah regulator. "Karena dia yang memiliki akses terhadap kebijakan regulasi dan kebijakan antarregulator lain, seperti kemenhub regulator transportasi udara, harus berkoordinasi dengan regulator pergerakan penumpang dalam konteks imigrasi," paparnya.

Menurutnya, AP II juga melakukan konsolidasi di internal khusus pihak yang bertugas langsung berhadapan dengan penumpang atau frontliner seperti keamanan bandara, kebersihan, customer service, dan lain-lainnya.

"Mereka yang terdepan bertemu akses terhadap pergerakan penumpang. Ini kita sudah minta mereka menggunakan masker N95," tuturnya. 

Sumber : Bisnis.com