Advertisement
Mulai Februari, Menteri BUMN Cicil Dana Nasabah Jiwasraya
Karyawati melakukan swafoto di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Jumat (14/9/2018). - JIBI - Dedi Gunawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir berjanji akan mencicil dana nasabah Jiwasraya mulai Februari 2020. Hal tu menyusul pembentukan holding asuransi sudah disetujui.
Erick mengaku pembentukan holding akan berlangsung pada pertengahan Februari tahun ini usai aturannya diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Holding asuransi juga bagian dari upaya pemerintah menyehatkan keuangan Jiwasraya.
Advertisement
"Ya kan ini holdingisasi baru ditandatangani prosesnya nanti baru akhir Februari, ya pertengahan lah dari situ baru bisa terlaksana, karena memang kita harus mengikuti step step dari pembentukan holding itu sendiri," kata Erick di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Pengembalian dana nasabah ini berasal dari dana yang berhasil dihimpun dari pembentukan holding asuransi. Lantas seberapa besar dana yang berhasil dihimpun pemerintah lewat holding ini? Klik halaman selanjutnya:
BACA JUGA
Erick mengatakan dana yang berhasil dihimpun lewat holding mencapai Rp 8 triliun selama empat tahun ke depan. Dana ini merupakan nilai aset yang bisa dikelola ke depannya.
Dana himpunan ini akan bertambah melalui pembentukan anak usaha yang bernama Jiwasraya Putera. Dia mengaku anak usaha ini sedang dicarikan mitra strategis yang nantinya akan menyuntikkan modal sekitar Rp 1-Rp 3 triliun. Belum lagi ditambah dengan aset saham yang telah dideteksi nilai valuasinya saat ini Rp 2-Rp 3 triliun.
Dengan dana tersebut, Erick mengaku akan mulai menyicil pengembalian hak para nasabah. "Itu kan sudah dengan dana terkumpul itu akan dikembalikan bertahap," jelasnya.
Erick juga akan merestrukturisasi produk JP Saving Plan milik Jiwasraya, salah satunya mengembalikan besaran bunga susai yang berlaku di pasar.
"Dengan konsep itu saving plan bisa berjalan. Nah, yang lainnya tentu yang namanya polis tentu itu menjadi bahian dari solusi yang kita lakukan, tentu dengan restrukturisasi mungkin yang tadinya bunga tinggi menjadi bunga yang real, bunga yang beneran. Kalau itu bunga benera ya cashflownya bisa terjamin," ungkap dia.
Selain itu, Erick juga akan melaporkan masalah gagal bayar Jiwasraya ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Laporan itu akan disampaikan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Saya rasa nanti tanggal 20 (Januari 2020) akan ada pertemuan antara kami Menteri Keuangan dengan DPR tanggal 20," kata Erick di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Erick mengaku bersama Sri Mulyani akan menjelaskan secara terbuka mengenai masalah yang menimpa Jiwasraya. Bahkan dirinya akan menyampaikan beberapa upaya pemerintah dalam menyelamatkan asuransi pelat merah itu.
"Yang penting kita menjelaskan secara terbuka, transparan dan yang pasti kita sangat amat memprioritaskan sesuai arahan Presiden untuk penyelesaian nasabah," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
- Idulfitri Jadi Kesempatan Baik Saling Hargai Perbedaan
Advertisement
47 Tahun BBPPMT Yogyakarta, Membangun Transmigrasi Masa Kini
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Israel Larang Salat Idulfitri di Al-Aqsa Akibat Konflik Iran
- Pelatih Timnas John Herdman Pertahankan Kiper PSIM
- Permainan Sederhana Bikin Lebaran Anak Lebih Seru Tanpa Gadget
- Skuad Timnas Indonesia Dipangkas Tajam Jelang FIFA Series
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Film Na Willa, Kisah Masa Kecil yang Mengusik Cara Memaknai Hidup
- Konflik Timteng Picu Kerugian Maskapai Global hingga Rp900 Triliun
Advertisement
Advertisement








