Mulai Februari, Menteri BUMN Cicil Dana Nasabah Jiwasraya

Karyawati melakukan swafoto di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Jumat (14/9/2018). - JIBI - Dedi Gunawan
16 Januari 2020 07:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir berjanji akan mencicil dana nasabah Jiwasraya mulai Februari 2020. Hal tu menyusul pembentukan holding asuransi sudah disetujui.

Erick mengaku pembentukan holding akan berlangsung pada pertengahan Februari tahun ini usai aturannya diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Holding asuransi juga bagian dari upaya pemerintah menyehatkan keuangan Jiwasraya.

"Ya kan ini holdingisasi baru ditandatangani prosesnya nanti baru akhir Februari, ya pertengahan lah dari situ baru bisa terlaksana, karena memang kita harus mengikuti step step dari pembentukan holding itu sendiri," kata Erick di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Pengembalian dana nasabah ini berasal dari dana yang berhasil dihimpun dari pembentukan holding asuransi. Lantas seberapa besar dana yang berhasil dihimpun pemerintah lewat holding ini? Klik halaman selanjutnya:

Erick mengatakan dana yang berhasil dihimpun lewat holding mencapai Rp 8 triliun selama empat tahun ke depan. Dana ini merupakan nilai aset yang bisa dikelola ke depannya.

Dana himpunan ini akan bertambah melalui pembentukan anak usaha yang bernama Jiwasraya Putera. Dia mengaku anak usaha ini sedang dicarikan mitra strategis yang nantinya akan menyuntikkan modal sekitar Rp 1-Rp 3 triliun. Belum lagi ditambah dengan aset saham yang telah dideteksi nilai valuasinya saat ini Rp 2-Rp 3 triliun.

Dengan dana tersebut, Erick mengaku akan mulai menyicil pengembalian hak para nasabah. "Itu kan sudah dengan dana terkumpul itu akan dikembalikan bertahap," jelasnya.

Erick juga akan merestrukturisasi produk JP Saving Plan milik Jiwasraya, salah satunya mengembalikan besaran bunga susai yang berlaku di pasar.

"Dengan konsep itu saving plan bisa berjalan. Nah, yang lainnya tentu yang namanya polis tentu itu menjadi bahian dari solusi yang kita lakukan, tentu dengan restrukturisasi mungkin yang tadinya bunga tinggi menjadi bunga yang real, bunga yang beneran. Kalau itu bunga benera ya cashflownya bisa terjamin," ungkap dia.

Selain itu, Erick juga akan melaporkan masalah gagal bayar Jiwasraya ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Laporan itu akan disampaikan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Saya rasa nanti tanggal 20 (Januari 2020) akan ada pertemuan antara kami Menteri Keuangan dengan DPR tanggal 20," kata Erick di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Erick mengaku bersama Sri Mulyani akan menjelaskan secara terbuka mengenai masalah yang menimpa Jiwasraya. Bahkan dirinya akan menyampaikan beberapa upaya pemerintah dalam menyelamatkan asuransi pelat merah itu.

"Yang penting kita menjelaskan secara terbuka, transparan dan yang pasti kita sangat amat memprioritaskan sesuai arahan Presiden untuk penyelesaian nasabah," ungkap dia.

Sumber : detik.com