Harry-Meghan Mundur dari Istana Buckingham, Tak Lagi Menjadi Bangsawan Senior Kerajaan

Pangeran Inggris Harry dan Meghan, Duchess of Sussex, ambil bagian dalam pawai Trooping the Color di pusat Kota London, Inggris, 9 Juni 2018. - Reuters
09 Januari 2020 22:07 WIB Ropesta Sitorus News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Keluarga kerajaan Inggris terluka dan kecewa dengan pengumuman mengejutkan yang disampaikan Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, terkait dengan pengunduran diri dari peran mereka sebagai bangsawan senior kerajaan. Keduanya berencana menghabiskan lebih banyak waktu di Amerika Utara.

Demikian disampaikan sumber kerajaan seperti dilansir Reuters, Kamis (9/1/2020). Ratu Elizabeth, nenek Harry, dan Pangeran Charles, ayah Harry, dikatakan merasa terkejut atas pengumuman yang dibuat Harry dan Meghan di media sosial pada Rabu malam. Pasalnya, mereka tidak diajak berkonsultasi mengenai pernyataan itu.

Harry mengatakan bahwa setelah berbulan-bulan merenung dan berdiskusi, pasangan itu berencana untuk merajut "peran baru yang progresif" dengan melangkah mundur dan membagi waktu antara Inggris dan Amerika Utara demi mendapatkan ruang keluarga yang dibutuhkan.

Mereka berharap untuk menjadi mandiri secara finansial dan membentuk badan amal baru, sambil melanjutkan beberapa tugas kerajaan.

Komentator kerajaan menggambarkan kondisi ini mirip dengan pengunduran diri Edward VIII yang menyerahkan tahta pada tahun 1936 untuk menikahi janda cerai Amerika, Wallis Simpson, dan menjalani kehidupannya di Prancis.

Istana Buckingham mengatakan diskusi dengan Harry dan Meghan berada pada tahap awal. “Kami memahami keinginan mereka untuk mengambil pendekatan yang berbeda tetapi ini adalah masalah rumit yang akan membutuhkan waktu untuk diselesaikan,” demikian pernyataan dari pihak istana.

Harry (35 tahun) dan Meghan (38 tahun), seorang janda cerai yang ibunya berkebangsaan Afrika-Amerika dan ayahnya berkulit putih, menikah pada Mei 2018 dalam sebuah upacara mewah di Kastil Windsor. Pernikahan keduanya digadang-gadang sebagai tanda monarki yang lebih modern. Pada tahun lalu, Meghan melahirkan anak pertama mereka, Archie Harrison Mountbatten-Windsor.

Hubungan pasangan tersebut dengan media menjadi suram ketika mereka berjuang melawan sorotan media yang dianggap terlalu ketat. Beberapa berita negatif yang dikiritisi media antara lain soal penggunaan jet pribadi sembari mempromosikan penyebab kerusakan lingkungan serta penggunaan dana 2,4 juta pound (US$ 3,08 juta) untuk renovasi rumah baru yang dibiayai pembayar pajak.

Pasangan yang bergelar Duke dan Duchess of Sussex tersebut lantas mengambil tindakan hukum terhadap beberapa surat kabar tabloid pada bulan Oktober atas peretasan telepon dan pelanggaran privasi.

Harry menggambarkan perlakuan terhadap istrinya tersebut sebagai "penindasan", dan menyamakannya dengan kondisi yang dialami ibunya, Putri Diana, sebelum kematiannya dalam kecelakaan mobil Paris pada tahun 1997. Ketika itu limusin yang membawa Putri Diana jatuh ketika ia melarikan diri dari mengejar paparazzi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia