Unjani Gelar Seminar Terapi Kolaboratif untuk Tingkatkan Kesehatan Reproduksi dan Seksual

Ahli Seksologi Indonesia, Dr. Boyke Dian Nugraha memaparkan materi tentang kesehatan reproduksi dan seksual. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
02 Desember 2019 11:27 WIB Rahmat Jiwandono News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) menggelar acara Terapi Kolaboratif untuk meningkatkan Kesehatan Reproduksi dan Seksual di Gedung Balai Shinta Mandala Bhakti Wanitatama, Kecamatan Depok, Sleman pada Minggu (1/12/2019) pagi. Ratusan peserta memenuhi ruangan dan paling banyak pesertanya adalah perempuan.

Ahli Seksologi Indonesia, Boyke Dian Nugraha mengatakan terapi kesehatan reproduksi banyak jenisnya, seperti perawatan organ intim wanita maupun terapi menopause.

Adanya terapi komplementer sebagai tambahan dalam terapi kesehatan reproduksi di luar terapi utamanya. Ia menjelaskan bahwa vagina spa yang akhir-akhir ini bisa dilakukan di salon padahal seharusnya yang melakukan hal itu ialah orang-orang di bidang kesehatan.

"Seharusnya ya bidan, fisioterapi, dokter, dan perawat," ujarnya kepada Harianjogja.com, Minggu (1/12/2019).

Dalam vagina spa, pasien harus mengetahui apa saja yang diberikan oleh terapis. Namun demikian, jika dilakukan di salon, edukasi itu tidak diberikan.

Ia mencontohkan jika seorang wanita mengalami keputihan akan diberikan obat karena jamur, lalu diberi obat anti jamur dan diajarkan merawatnya secara higenis. Terapi pelengkapnya atau komplementar untuk membantu mengobati keputihan ialah mencuci organ intim dengan air daun sirih atau melakukan vagina spa setelah menstruasi.

"Itu salah satunya yang bisa dilakukan," kata Boyke.

Ia menyayangkan salon-salon yang menawarkan jasa seperti itu tanpa adanya perawat atau fisioterapis. Harus ada tahapan-tahapan yang dilewati sebelum melakukan vagina spa.

"Ada tahapan untuk scrub, bahan-bahannya, dan titik akupunturnya yang diketahui oleh orang-orang yang belajar kesehatan," katanya.

Sementara itu, seorang fisioterapis, Muhammad Irfan mengungkap sudut pandang fisioterapis tentang bagaimana melatih secara efektif organ reproduksi dan seksual. Pada aspek fisioterpasi lebih menekankan kepada melatih otot-otot khusus terkait sistem reproduksi menggunakan bio feedback.

"Bio feedback adalah metode untuk membuat untuk tertentu yang sudah ditargetkan benar-benar bekerja," ujarnya.

Menurutnya, sistem reproduksi berhubungan dengan kualitas hidup seseorang. Sekarang ini, terganggunya kualitas hidup seseorang kurang disadari karena ada gangguan sistem reproduksinya serta kualitas seksualnya.

"Efeknya seseorang bisa sakit dan kualitas hidupnya menurun," jelasnya.