Polisi Terjunkan 1 Regu Sabhara Jaga Rumah di Ngunut

rumah terduga teroris di Gunungkidul yang digerebek polisi. - Harian Jogja/NAT
25 November 2019 12:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi News Share :

Harianjogja.com, WONSOARI - Polres Gunungkidul menerjunkan satu regu Satuan Sabhara untuk berjaga di rumah pria berinsial M, 47, warga Ngunut Tengah, Desa Ngunut, Kecamatan Playen. Hal itu dilakukan menyusul, pasca penggerebekan yang dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan menjelaskan pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penjagaan dilokasi kejadian. Tak hanya rumah M, rumah mertuanya pun masih dilakukan penjagaan. Garis polisi juga masih terpasang di kedua rumah tersebut.

"Kita terjunkan satu regu dari Sabhara, karena kita masih bantu penjagaan di sekitar lokasi," kata Agus kepada awak media, Senin (25/11/2019).

Akibat peristiwa tersebut, Polres Gunungkidul turut memperketat penjagaan di Mako Polres Gunungkidul. "Jajaran kami tetap meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Kepala Desa Ngunut, Iswanto Hadi menjelaskan warga sekitar sudah lama menaruh curiga kepada M. Pasalnya, warga kerap kali memergoki M sedang berlatih senapan angin dan melempar pisau di batang pohon. Tak hanya itu, M sering berlatih fisik saat malam hari.

"Warga yang curiga sudah melapor ke Bhabinkamtibmas, juga sering dimintai keterangan tapi ya sering jawab apa adanya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 02 Padukuhan Ngunut Tengah, Sunarto mengungkapkan M diketahui sering menutup diri dari warga. Sekitar 10 tahun terakhir, M tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar. "Kalau malam tidak pernah ikut kegiatan warga, ronda, arisan dan lainnya," ujarnya.

Seperti diketahui, rumah M dan mertuanya digerebek Densus 88 pada Rabu, 20 November 2019 lalu. M diamankan saat membeli BBM untuk jualan. Setelah itu, Densus menggeledah rumah M dan membawa barang-barang yang diduga miliknya seperti senjata rakitan, senapan angin, panah, panci hingga buku tentang tauhid.