Stafsus Milenial Jokowi Berlatar Belakang Ekonomi Cemerlang, PPP: Lihat Kemampuannya

Angkie Yudistia (berdiri) penyandang tuna rungu yang menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi sekaligus Juru Bicara bidang Sosial. - Suara.com/Biro Setpres
24 November 2019 07:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengangkat tujuh staf khusus dari kalangan milenial. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi atau Awiek mengatakan bahwa pengangkatan 7 staf khusus milenial itu bukan karena latar belakang ekonominya yang cemerlang. Akan tetapi alasan Jokowi memilihnya berdasarkan pengalaman dari masing-masing stafsus.

Sebagaimana diketahui sebelumnya dari ketujuh stafsus yang diperkenalkan Jokowi beberapa waktu lalu terdapat nama-nama anak muda milenial yang dikenal sebagai wirausahawan sukses.

Sebut saja nama Adamas Belva Syah Devara yang menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus pendiri Ruangguru. Berdiri sejak 2014, aplikasi belajar secara online tersebut menarik perhatian hingga 11 juta siswa.

"Presiden mengangkat mereka bukan dari aspek tajirnya tapi dari aspek kemampuan," kata Awiek saat ditemui di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019).

Memang, ketujuh stafsus muda yang diangkat oleh Jokowi unggul di bidangnya masing-masing. Selain Belva, ada nama Putri Tanjung yang merupakan founder dan CEO Creativepreneur Event Creator.

Ia berhasil membuat perusahaannya tersebut terus berkembang dan akhirnya dikenal publik sebagai penyelanggara acara yang memberikan inspirasi bagi anak muda terutama di bidang usaha. Pendapatannya pun tak bisa dielakan apalagi dirinya merupakan putri dari pengusaha Indonesia Chaerul Tanjung.

Karena itu, Awiek menegaskan kalau Jokowi tidak sembarang mengajak anak muda untuk memberikan masukannya dalam pembangunan negara. Menurutnya, ketujuh stafsus yang direkrut Jokowi pasti sudah diketahui latar belakang pengalamannya.

"Saya kira masyarakat harus diberi pemahaman bahwa kita harus menempatkan sesuatu pada tempatnya, kan enggak mungkin juga pak Jokowi angkat stafsus yang enggak punya track record," tandasnya.

Sumber : Suara.com