Advertisement
Kini Jadi Komisaris Utama, Ternyata BTP Sempat Diisukan Duduk ke Perusahaan Lain
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok jelang bebas dari Rutan Mako Brimob, Kamis (24/1) - Instagram @basukibtp
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Mantan Gubernur DKI jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau BTP atau Ahok menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.
BTP akan menggantikan Tanri Abeng yang menjadi Komisaris Utama (Komut) Pertamina sejak Mei 2015.
Advertisement
Kepastian terhadap jabatan yang diemban BTP itu menjawab berbagai spekulasi yang sempat berkembang beberapa pekan terakhir.
Sebelum ditunjuk sebagai Komut Pertamina, ada yang menyebut pria kelahiran 29 Juni 1966 bakal menempati salah satu pos direksi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain Pertamina, BTP sempat dikira-kira akan menempati pos di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
BACA JUGA
Bahkan, dirinya mengaku sempat ditanya-tanya terkait dengan Sarinah, Krakatau Steel, dan perusahan pelat merah lainnya saat bertemu Menteri BUMN Erick Thohir.
Memang sejak dirinya bebas dari tahanan Mako Brimob atas kasus penodaan agama, BTP kerap dilanda gosip untuk mengisi sejumlah jabatan di lembaga maupun pemerintahan.
Setidaknya, kabar jabatan yang bakal diemban Ahok dan sempat beredar di ranah publik antara lain :
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Tak lama setelah bebas dari masa tahanan, banyak publik, terutama di media sosial yang membicarakan Ahok untuk mengisi jabatan sebagai Ketua KPK. Apalagi, saat itu tengah berlangsung proses penjaringan komisioner KPK.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nama Ahok mungkin satu di antara sekian banyak daftar nama calon menteri yang sempat berseliweran saat Presiden Joko Widodo tengah menyusun kabinet. Nama Ahok muncul sebagai salah satu calon menteri Jokowi. Karakternya yang keras dan pernah mengelola birokrasi, dianggap cocok dengn jabatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Dewan Pengawas KPK
Setelah proses pemilihan komisioner KPK berakhir dan muncul revisi UU KPK yang mengatur adanya jabatan dewan pengawas, publik langsung mengaitkan nama Ahok sebagai salah satu sosok yang layak dipilih. Ahok sendiri tidak ambil pusing dengan kabar yang dianggapnya sebagai berita palsu atau hoaks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KA Prameks Kutoarjo Jogja Operasikan Empat Perjalanan pada Jumat
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tol Solo-Kertosono Mulai Ramai, Arus Mudik Menguat
- Pemkot Jogja Pastikan Wisatawan Lebaran Mendapat Layanan Bak Raja
- Tinggal Mudik? Ini Cara Amankan Listrik di Rumah
- Juara Bertahan PSG Tantang Liverpool di Perempat Final Liga Champions
- Prakiraan Cuaca DIY Kamis 19 Maret 2026: Dominasi Berawan
- Pembangunan Jalan di Legundi Gunungkidul Dimulai Tahun Ini
- Eddie Howe Sesali Pertahanan Newcastle yang Rapuh Melawan Barcelona
Advertisement
Advertisement




