Hari ke-10 SAR KM Virgo Transport 8, 3 Jasad Ditemukan
Tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di hari ke-10 SAR. Total 126 korban ditemukan, 117 masih dicari.
Harianjogja.com, SEMARANG – Badan Geologi menemukan bahwa permukaan tanah di kawasan pesisir Kota Semarang mengalami penurunan atau ambles 10 sentimeter (cm) setiap tahunnya.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM), Rudy Suhendar, mengatakan amblasnya permukaan tanah di Semarang memang tidak merata antara satu titik dengan titik lainnya. Meski demikian, berdasarkan pemantaun yang dilakukan sejak 2011, rata-rata amblasnya permukaan tanah di daerah pesisir Semarang terjadi pada rentang 2-10 cm setiap tahunnya.
Menurut Rudy, ada dua faktor yang menyebabkan amblesnya permukaan tanah, yakni faktor alam dan aktivitas manusia.
“Faktor alam lebih berkaitan dengan sifat alami konsolidasi tanah yang umumnya berada pada endapan relatif muda. Selain itu, juga karena pengaruh tektonik yang disebabkan struktur geologi,” ujar Rudi di sela talkshow di Hotel Patra, Kota Semarang, Rabu (20/11/2019).
Sementara itu, hak lain yang membuat permukaan tanah turun lebih dikarenakan faktor atau ulah manusia seperti konstruksi bangunan yang melebihi beban dan pengambilan air tanah yang berlebihan.
“Pengambilan air tanah berkontribusi penurunan permukaan tanah sekitar 20-30%,” ujarnya.
Dikatakan, amblesan tanah memang berjalan dalam kurun waktu yang sangat lama. Namun demikian, tidak dapat dihindari. Sementara itu, tidak mudah pula untuk memindahkan satu wilayah ke wilayah lain guna menghindari daerah amblesan.
Oleh karena itu, pihaknya pun mengimbau kepada semua kalangan, terutama pemerintah untuk mulai mewaspadai fenomena amblasnya permukaan tanah tersebut.
“Untuk mengurangi beban bangunan yang sudah ada itu belum ada teknologinya. Biasanya dengan menyesuaikan bangunan baru. Sehingga pemangku kepentingan harus menyikapi ini dengan membuat kebijakan di wilayahnya, seperti perizinan bangunan dan pengambilan air tanah,” terangnya.
Selain Semarang, fenomena penurunan permukaan tanah juga terjadi di beberapa daerah lain di Jateng. Rata-rata daerah yang mengalami amblesan tanah itu berada di pesisir pantai seperti Kota Pekalongan, Demak, dan Kabupaten Kendal bagian barat.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto, mengatakan amblesnya permukaan tanah memang menyebabkan kerugian fisik, ekonomi, dan lingkungan, sehingga harus ditangani secara serius.
“Untuk tata ruang Semarang, ke depan sebaiknya pembangunan gedung, terutama kawasan industri diarahkan ke wilayah selatan dan juga mempertimbangkan gerakan tanah atau potensi longsor,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di hari ke-10 SAR. Total 126 korban ditemukan, 117 masih dicari.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.