Menaker: Pemda Harus Berperan Tingkatkan BLK

Ilustrasi - blkcilegon.blogspot.com
19 November 2019 08:07 WIB Ropesta Sitorus News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta kepada pimpinan pemerintah daerah untuk memberi perhatian khusus dan ikut meningkatkan kualitas Balai Latihan Kerja (BLK) di daerahnya masing-masing.

Menurut Ida, BLK tidak hanya membantu masyarakat memperoleh keterampilan (skilling) tapi juga dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan keterampilan (up skilling) maupun alih keterampilan (re-skilling).

“Kami ingin pemerintah daerah mulai sadar melihat ini sebagai peluang peningkatan kompetensi masyarakat melalui BLK,” kata Ida lewat keterangan tertulis, Senin (18/11/2019).

Dia menjelaskan, selama ini terdapat perbedaan kualitas antara BLK yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan BLK yang dikelola oleh pemerintah daerah.

Dia menegaskan pemerintah pusat siap membantu membina dan mendampingi peningkatan kualitas BLK di daerah.

Selain itu, BLK yang dikelola oleh pemerintah pusat juga seyogiyanya menjadi model bagi pengembangan BLK di daerah.

“Tentu tugas kami pemerintah pusat memfasilitasi mereka, membantu mereka, apa yang menjadi kebutuhan mereka. Saya kira kalau BLK yang dibuat pemerintah pusat, dalam hal ini Kemnaker, cukup menjadi model bagi teman-teman pemerintah daerah,” ujarnya.

Dia mencontohkan, salah satu BLK di bawah naungan Kemenaker yakni Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Jawa Barat, telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai dalam pelatihan program elektronika dan IT.

Selain sarana dan prasarana, BBPLK Bekasi juga telah melakukan up-grade kejuruan bentuknya berupa kejuruan animation and games.

Upaya peningkatan kejuruan ini merupakan bagian dari upaya menghadapi revolusi industri 4.0. Dengan begitu, lulusan BLK diharapkan siap menghadapi pasar kerja yang masif.

Dalam kunjungannya ke BBPLK Bekasi, Menaker meninjau sejumlah sarana dan prasaran pelatihan.

Diantara Creative Room (studio pembuatan animasi dan game), ruang kelas elektronika, tempat pemusatan (Training Center) calon kompetitor ASEAN Skills Cometition (ASC) XIII Tahun 2020, hingga workshop pelatihan barista, perhotelan, dan pembuatan kue.

Sumber : bisnis.com