Ini Makna Pelukan Erat Jokowi dan Surya Paloh

Presiden Joko Widodo (kiri) berpelukan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) saat menghadiri penutupan Kongres Kedua Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem di Jakarta International Teathre, Jakarta, Senin (11/11/2019). Hasil Kongres menetapkan Surya Paloh sebagai Ketua Umum periode 2019-2024 - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
12 November 2019 16:17 WIB Stefanus Arief Setiaji News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo hadir dalam Kongres Partai Nasional Demokrat, Senin (11/11/2019) malam.

Melalui akun twitter resmi milik Presiden @jokowi, Kepala Negara menulis bahwa pelukan, rangkulan, dan salaman di antara para pemimpin adalah bentuk silaturahmi.

"Rangkulan, pelukan, salaman di antara para pemimpin adalah sebentuk silaturahmi, senantiasa memperteguh komitmen kebangsaan, kenegaraan, persaudaraan, persatuan, kerukunan. Kenapa tidak?" tulis Presiden, Selasa (12/11/2019).

Dalam cuitannya itu, Presiden Jokowi memberikan satu foto dari sisi belakang yang memperlihatkan dirinya sedang berpelukan dengan satu tokoh yakni Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Sebelumnya,  manuver Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menjajaki komunikasi dengan partai di luar pemerintah dianggap tanda koalisi pecah.

Apalagi Presiden Joko Widodo menyinggung Surya menjadi lebih cerah setelah memeluk Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Sohibul Iman.

Lalu pada ulang tahun ke-8 dan kongres Partai Nasdem, Jokowi kembali menyinggung itu.

“Karena saya tidak pernah dirangkul seerat itu. Tapi sehabis sambutan akan saya erat Bang Surya. Lebih erat dari dia peluk Bang Sohibul,” katanya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Jokowi membantah bahwa apabila ada pihak yang menyimpulkan koalisi pemerintah sedang tidak baik adalah salah besar.

Sumber : Bisnis.com