Rizieq Shihab Tunjukkan Surat Cekal dari Arab Saudi, Begini kata Mahfud Md

Rizieq Shihab - Reuters
10 November 2019 23:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah menanggapi ihwal kabar pencekalan Rizieq Shihab oleh pemerintah Arab Saudi.

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab buka-bukaan terkait alasannya hingga saat ini masih menetap di Arab Saudi. Dia mengaku dicekal Pemerintah Arab Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia dengan menunjukkan surat pencekalan resmi.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD belum mengetahui surat pencekalan yang ditunjukkan Rizieq Shihab.

"Saya belum tahu surat pencekalannya kayak apa, kan pasti surat pencekalan itu ada masalah yang disebutkan kenapa harus dicekal," katanya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019).

Mahfud MD mengaku akan melihat terlebih dahulu surat pencekalan yang diklaim Rizieq Shihab. Setelah itu akan mempelajarinya guna mengerti duduk perkara yang terjadi.

"Kita pelajari dulu kasusnya ya, saya tidak tahu persis apa masalahnya kenapa dicekal dan sebagainya. Kan sudah lama isu itu ya, kok baru sekarang suratnya ada, saya tidak tahu juga," ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut menilai setiap warga negara Indonesia seharusnya mempunyai perlindungan dan perlakuan hukum yang adil. "Tapi juga negara punya hak-haknya untuk mempertahankan eksistensinya, jadi di situ ada pertemuan," ungkap Mahfud MD.

"Mengatur negara itu memang selalu dihadapkan pada satu dilema, pada satu sisi melindungi hak-hak warga satu sisi mempertahankan negara, sehingga di sini menggunakan security di bawah menggunakan pendekatan HAM. Nah, negara yang baik itu yang bisa bertemu di tengah. Security-nya jalan, HAM-nya terlindungi," tuturnya.

Sebelumnya, dalam video di akun Youtube FrontTV, Rizieq Shihab menunjukkan dua lembar kertas yang disebut surat pelarangan keluar dari Arab Saudi. Dia mengklaim belum dapat kembali ke Indonesia karena tidak diizinkan keluar dari Arab Saudi.

"Jadi kedua surat ini merupakan bukti nyata, real, otentik, bahwa saya memang dicekal oleh pemerintah Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia," katanya melalui telekonferensi pada acara Maulid Nabi Muhammad di DPP FPI 8 November 2019.

Pada kertas pertama, Rizieq mengungkapkan, berisi salinan visa, sedangkan kedua, berupa salinan surat pencekalan. Rizieq kemudian membacakan isi kertas yang kedua.

Dalam kertas yang kedua berisi alasan pemerintah Arab Saudi mencekal Rizieq Shihab karena faktor keamanan. Rizieq mengaku keputusan cekal tersebut atas permintaan Pemerintah Indonesia.

Rizieq memastikan tidak pernah melakukan sesuatu yang melanggar aturan apapun, baik pidana maupun perdata di Arab Saudi.

Rizieq mengklaim, Pemerintah Arab Saudi siap saja mencabut cekal jika ada jaminan resmi dari Pemerintah Indonesia, tidak akan mengganggunya jika pulang ke tanah air.

Rizieq mengaku telah menjelaskan dirinya aman, namun tetap saja Pemerintah Arab Saudi masih ragu. "Mereka belum tenang menerima alasan-alasan tersebut, sehingga mereka belum mau mencabut cekal saya," ujar Rizieq.

Sumber : iNews.id