Konvensi Humas Indonesia 2026 Soroti Kepercayaan di Era AI
Konvensi Humas Indonesia 2026 di Solo membahas pentingnya kepercayaan publik, peran strategis humas, dan tantangan disinformasi di era AI.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memberikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (24/7/2019)./Antara-Fauzi Lamboka.
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyayangkan publik banyak menaruh curiga atas silaturahmi politik dan rangkulan dirinya dengan Ketua Umum PKS Sohibul Iman.
"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain hingga kita berkunjung ke kawan (PKS). Ini bangsa model apa seperti ini? Tingkat diskursus politik yang paling picik di negeri ini. Hubungan rangkulan dan tali silahturahmi politik dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," kata Surya Paloh saat memberikan sambutannya pada Pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11/2019) malam.
Sementara, kata dia, Indonesia menganut sebuah sistem nilai-nilai demokrasi yang begitu liberal, tapi dalam praktiknya begitu ortodok konservatif.
"Ada paradoks di situ. Kita bilang kita mau maju, tapi kita melangkah ke belakang. Mari kita bermusyawarah dan bergotong-royong, tapi kita hanya bilang akulah yang lebih penting yang lainnya biar mati semua," kata Surya.
Sikap yang ditunjukkan dengan kecurigaan, kata dia, semakin menjauhi nilai-nilai yang namanya Pancasila.
"Pancasila sebagai pegangan kita. Tapi kita tidak laksanakan. Itu ngakunya partai nasionalis, partai yang pancasilais, ya buktikan saja. Rakyat membutuhkan pembuktian partai mana yang paling menanamkan nilai-nilai Pancasila. Kalau partai yang masih mengundang cynical propaganda yang kosong mengajak berkelahi satu sama yang lainnya, ah yang pasti itu bukan Pancasilais itu," ujar Surya.
Di hadapan 8.000 kader, Surya mengingatkan bila Partai NasDem mau dikenal sebagai partai yang pancasilais, pertama, bersikaplah rendah hati, rangkul teman, salam teman, tawarkan pikiran-pikiran sama teman, jangan musuhi teman.
"Nah itu baru namanya mengamalkan nilai-nilai Pancasila," tutur Surya Paloh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Konvensi Humas Indonesia 2026 di Solo membahas pentingnya kepercayaan publik, peran strategis humas, dan tantangan disinformasi di era AI.
Kabut asap karhutla menyebabkan 14 penerbangan internasional rute Singapura-Pontianak dan Singapura-Palembang dibatalkan demi keselamatan.
Pemkab Aceh Barat menyiapkan 10.000 masker untuk mengantisipasi kabut asap kiriman. Aktivitas masyarakat dan sekolah masih normal.
Ribuan warga Portugal berunjuk rasa menuntut kenaikan upah, perbaikan pensiun, layanan publik, dan perumahan dengan harga terjangkau.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
DJP mencatat 5.600 wajib pajak masuk cakupan pajak minimum global dengan tarif 15%. Pemerintah menghadapi tantangan penerimaan dan daya saing investasi.