ASEAN dan China Sepakat Atasi Konflik

Ilustrasi - asean.org
04 November 2019 03:17 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.comJAKARTA - Para pemimpin negara di Asia Tenggara (ASEAN) beserta China dan kekuatan regional lainnya berjanji mengatasi konflik atas kebijakan perdagangan dan sengketa wilayah demi ekonomi yang lebih kuat dan stabilitas regional.

Presiden Donald Trump tidak hadir pada pertemuan puncak para pemimpin Asia Tenggara tersebut. Sebagai gantinya, Trump mengirim penasihat keamanan nasionalnya, Robert O'Brien.

Tahun lalu, Trump mengirim Wakil Presiden Mike Pence, namun keduanya saat ini sibuk berkampanye.  Para analis mengatakan ketidakhadiran Trump akan meninggalkan ruang bagi China untuk lebih meningkatkan profil dan kekuatannya di wilayah tersebut.

Tuan rumah pertemuan ASEAN , Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, mengatakan kelompok itu bertujuan untuk mencapai kesepakatan dasar tentang program kawasan yang bisa menjadi salah satu blok perdagangan terbesar di dunia.

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) yang mereka usulkan bertujuan untuk menghilangkan hambatan perdagangan di antara 10 anggota ASEAN dan enam negara lain dalam satu blok yang mencakup hampir sepertiga dari semua perdagangan global.

Prayuth dan pejabat lainnya mengatakan tujuan RCEP adalah untuk mencapai kesepakatan akhir pada tahun depan. ASEAN berharap untuk menetapkan kode etik dengan China terkait perairan yang disengketakan di Laut China Selatan, katanya seperti dikutip CNBC.com, Minggu (3/11/2019).

Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan kepada para pemimpin lain yang hadir bahwa Beijing berkomitmen untuk menandatangani perjanjian semacam itu dan akan berperan sentral di kawasan tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia