Viral 5 Anggota TNI Diserang Massa di Kebun Sawit Sarolangun Jambi, Ini Kronologinya
Lima anggota TNI diserang massa di Sarolangun, Jambi. Danrem 042/Garuda Putih memastikan pelaku diproses sesuai hukum.
Rocky Gerung./Suara
Harianjogja.com, JAKARTA - Rocky Gerung menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak meninggalkan apa pun.
Hal ini disampaikan Rocky Gerung dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Kamis (31/10/2019). Deddy Corbuzier awalnya menanyakan kepada Rocky Gerung terkait pemerintahan presiden mana yang dia dukung penuh.
"Ada enggak Presiden selama Indonesia merdeka ini yang lu dukung 100 persen?" tanya Deddy Corbuzier.
Rocky Gerung dengan tegas mengaku, tidak ada presiden yang dia dukung sepenuhnya.
"Soeharto gua demo dulu. Habibie juga kita demo dulu, karena dia menghabiskan APBN dipakai untuk industri strategis, yang buat kita, itu enggak rasional," ujar Rocky Gerung.
Dulu Rocky Gerung mendukung Gus Dur. Namun menurutnya, Gus Dur kehilangan kemampuan untuk memainkan politik parlemen.
"Tapi Gus Dur meninggalkan sesuatu, yaitu kemajemukan. Pak Harto meninggalkan infrastruktur. Habibie meninggalkan ide tentang 4.0 Technology, yang baru sekarang dibicarakan. Megawati meninggalkan apa? Megawati meninggalkan nama bapaknya, karena dia enggak mungkin dipisahkan dengan \'Soekarnoisme\'," Rocky Gerung menjelaskan.
Pria kelahiran 20 Januari 1959 ini juga menyebut bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan demokrasi. Alasannya, tidak ada satu pun orang yang dipenjara karena berbeda pandangan politik di masa itu.
Sementara, Rocky Gerung merasa, di era saat ini, Jokowi tidak meninggalkan apa pun, bahkan malah membuat kondisi demokrasi Indonesia kian merosot.
"Nah sekarang Jokowi kita harus pikirkan meninggalkan apa? Masak meninggalkan infrastruktur? Infrastruktur kan bagian gampang untuk dibongkar ulang," ucap Rocky Gerung.
Ia mencontohkan, di negara Korea, Jepang, dan Amerika, infrastruktur seperti jembatan dibongkar ulang.
"Jadi, enggak mungkin legacy Jokowi itu di infrastruktur, apa legacy-nya? Ya enggak ada. Ekonomi juga buruk, pendidikan buruk, demokrasi buruk. Orang mungkin akan ingat, Pak Jokowi diingat sebagai pinokio," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Lima anggota TNI diserang massa di Sarolangun, Jambi. Danrem 042/Garuda Putih memastikan pelaku diproses sesuai hukum.
PBNU masa khidmah 2021-2026 resmi demisioner dalam Muktamar ke-35 NU. Kiai Miftachul Akhyar meminta maaf dan berharap khidmah berakhir husnul khatimah.
PWI Pusat mendukung pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional dan siap mengawal proses administratif serta jalur strategis di tingkat pusat.
ARTJOG 2026 Catat Lebih dari 87 Ribu Pengunjung, Heri Pemad Soroti Dampak bagi Ekosistem Seni dan Ekonomi Jogja
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.