Andi Arief Tuding Megawati Dendam, Ini Respons Partai Demokrat

Andi Arief - Antara
28 Oktober 2019 21:47 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menuduh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri memiliki dendam sehingga tidak ada kader Partai Demokrat yang menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Wakil Ketua Umum Demokrat Syarif Hasan mengatakan apa yang diucapkan Andi melalui media sosialnya adalah pendapat pribadi.

“Partai Demokrat tidak pernah punya asumsi seperti itu. Secara resmi tidak pernah mengatakan itu. Partai Demokrat melihat hubungannya baik-baik saja,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Syarief menjelaskan sejak awal Demokrat tidak pernah mengajukan diri dan nama menteri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).  Pertemuan antara Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jokowi beberapa waktu lalu diklaimnya tidak pernah membahas soal kabinet. Meski di situ Jokowi berkata mengajak untuk menjadi koalisi.

Walaupun tidak ada kadernya di pemerintahan, Syarief menambahkan tidak ada rasa kecewa dari Demokrat. 

“Kami itu sudah sepenuhnya menyerahkan kepada Presiden Jokowi. Apapun keputusannya harus kita hormati. Kita harus hargai. Saya pikir itu. Mari kita berikan kesempatan kepada kabinet ini untuk bekerja secara maksimal,” jelasnya. 

Sebelumnya Andi  menuduh Megawati menaruh dendam berkepanjangan terhadap SBY. Pada akun Twitter-nya Sabtu (26/10/2019) lalu, Andi Arief mengatakan bahwa dendam tersebut berakibat tidak adanya menteri dari Demokrat. 

Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati itu hanya pada Pak @SBYudhoyono, ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono. Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupanya belum mampu,” tulisnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia