PKS Khawatirkan Masa Depan Pendidikan di Bawah Nadiem

Mendikbud Nadiem Makarim - JIBI/Bisnis.com
23 Oktober 2019 17:07 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Dari 38 jabatan menteri di Kabinet Indonesia Maju, setidaknya 21 diisi kalangan profesional.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menyusun kabinet yang komposisinya hanya 45% dari partai politik

“Seperti penunjukan Terawan sebagai Menkes, Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, Eric Thohir sebagai Menteri BUMN,” katanya melalui pesan instan, Rabu (23/10/2019).

Aboe menjelaskan kemungkinan besar ditunjuknya mereka bisa membawa ide besar dan kreatif untuk pemerintah. Akan tetapi ada juga nama yang terlihat asing pada pos kementerian yang ditugaskan.

Dia mencontohkan CEO Gojek Nadiem Makarim yang diberikan tugas sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tentunya publik bertanya latar belakang penunjukan pebisnis sebagai menteri pendidikan.

“Tentu saya tidak meragukan kemampuan Nadiem Makarim dalam mengelola bisnis. Namun tak salah juga jika saya mengkhawatirkan nasib dunia pendidikan kita kedepan. Ini akan dilihat seperti ada gambling pada dunia pendidikan kita. Padahal ini adalah sektor yang sangat menentukan masa depan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu saat serah terima jabatan di Gedung Kemendikbud, Nadiem mengatakan bahwa berada di lingkungan ini membuatnya harus belajar lagi karena tidak memiliki latar belakang pendidikan ataupun kebudayaan.

“Saya bukan disini untuk menjadi guru saya disini untuk menjadi murid. Saya mulai dari nol di pendidikan dan saya akan belajar sebanyak-banyaknya. Mohon sabar dengan saya, walaupun saya bukan dari latar belakang pendidikan. Tapi saya murid yang cukup baik dan saya belajar cepat,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia