Dokumen CIA Beberkan Adanya Ancaman Serangan Pesawat Jelang 9/11
CIA membuka dokumen rahasia jelang 9/11 yang memuat peringatan ancaman pesawat, pembajakan, hingga rencana serangan di AS.
Salah satu lokasi yang digerebek Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri di Bogor, Jumat (5/5/2018). /Okezone.com
Harianjogja.com, BREBES—Kustati, 38, kakak kandung Jaelani, 36, dan Abdul Karim, 31, mengaku tidak percaya jika kedua adiknya terlibat jaringan teroris yang ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror di wilayah Kabupaten Sukorejo, Jawa Tengah.
"Selama ini, adiknya Jaelani dan Abdul Karim merupakan sosok yang baik di mata keluarga dan di lingkungannya dan tidak melakukan gerakan yang mencurigakan," kata Kustati, warga Desa Kluwut, Kabupaten Brebes, Rabu (16/10/20191).
Kendati demikian, kata dia, kedua adiknya sempat meminta keluarganya agar tidak memajang foto dirinya yang ada di rumah sebelum pergi merantau.
Jaelani, 36, dan Abdul Karim dilahirkan di Desa Kluwut RT03 RW06 Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, dan mereka hanya mengenyam pendidikan di bangku sekolah dasar (SD). "Selama ini, yang saya ketahui kedua adiknya bekerja di Jakarta sebagai penjual es jeruk," katanya.
Orang tua terduga teroris, Sodikun (67) mengatakan, pihak keluarga juga baru mengetahui kalau Jaelani dan Abdul Karim pindah ke Sukoharjo belum lama ini.
Keluarganya, kata dia, mendengar kabar kedua anaknya ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror dari adik ipar anaknya (Jaelani, red.), sekitar pukul 11.00 siang. "Jaelani terakhir berkomunikasi dengan keluarga sekitar seminggu lalu dan hanya menanyakan perihal pekerjaan keduanya di Sukoharjo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
CIA membuka dokumen rahasia jelang 9/11 yang memuat peringatan ancaman pesawat, pembajakan, hingga rencana serangan di AS.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.
Warga Wirobrajan didorong mengolah sampah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Bank Sampah Wira Peni kini memiliki 90 anggota.
Tiga ASN Jayawijaya tewas ditembak KKB. Jusuf Kalla mendorong operasi aparat diiringi pendekatan persuasif dan damai.