Venezuela Diguncang Gempa M 7,2 dan M 7,5, Potensi Korban Jiwa Besar

Jumali
Jumali Kamis, 25 Juni 2026 10:37 WIB
Venezuela Diguncang Gempa M 7,2 dan M 7,5, Potensi Korban Jiwa Besar

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, JOGJA—Venezuela dilanda bencana besar setelah dua gempa bumi kuat mengguncang negara itu pada Rabu (24/6/2026) petang waktu setempat. Guncangan beruntun yang hanya berselang sekitar 39 detik menyebabkan kerusakan luas, memicu kepanikan warga, serta melumpuhkan sejumlah infrastruktur penting di ibu kota Caracas.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2 terjadi sekitar pukul 18.04 waktu setempat. Tak lama kemudian, gempa kedua yang lebih kuat dengan Magnitudo 7,5 mengguncang kawasan yang sama. Episentrum gempa berada di wilayah pesisir utara Venezuela, sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas dengan kedalaman dangkal sekitar 10 hingga 13 kilometer.

Dampak paling parah dilaporkan terjadi di Caracas. Sejumlah bangunan mengalami keruntuhan, terutama di kawasan timur ibu kota. Tim penyelamat langsung dikerahkan untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah puing-puing bangunan. Hingga Kamis pagi waktu setempat, operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung.

Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, menetapkan status keadaan darurat nasional untuk mempercepat respons penanganan bencana. Pemerintah juga meminta seluruh tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat, kembali bertugas guna menghadapi lonjakan pasien di rumah sakit. Selain itu, sekolah ditutup sementara dan berbagai aktivitas non-esensial dihentikan.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan permukiman. Bandara Internasional Simón Bolívar atau Maiquetía ditutup akibat kerusakan infrastruktur, sementara layanan transportasi publik dan sejumlah fasilitas penting lainnya dihentikan sementara. Gangguan listrik, internet, dan komunikasi juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah terdampak.

Guncangan gempa bahkan terasa hingga negara tetangga. Warga di Bogotá, Kolombia, dilaporkan ikut merasakan getaran sehingga sejumlah bangunan sempat dievakuasi sebagai langkah antisipasi.

Direktur Pelindungan WNI Kemenlu, Heni Hamidah, mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas telah berkoordinasi untuk memastikan kondisi seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut.

“KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak tiga orang, ada dalam kondisi aman, selamat, dan sehat,” kata Heni dikutip dari Antara, Kamis (25/6/2026).

Selain memastikan keselamatan WNI, Kemenlu juga menyatakan seluruh staf KBRI Caracas berada dalam kondisi aman. Gedung kantor KBRI Caracas dan Wisma Duta dilaporkan tidak mengalami kerusakan struktural yang signifikan akibat gempa tersebut.

“Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta juga tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti,” tambahnya.

Meski jumlah korban jiwa resmi belum diumumkan, USGS mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi dampak kemanusiaan. Berdasarkan pemodelan awal, lembaga tersebut memperkirakan risiko korban dalam jumlah besar akibat kombinasi gempa dangkal dan kerentanan bangunan di wilayah terdampak.

Selain itu, sempat diterbitkan peringatan tsunami untuk sejumlah wilayah Karibia setelah gempa utama terjadi. Namun, beberapa peringatan kemudian dicabut setelah evaluasi lebih lanjut menunjukkan ancaman yang lebih rendah dibandingkan perkiraan awal.

Gempa kembar ini disebut sebagai salah satu yang terkuat yang pernah melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir. Dengan banyaknya bangunan yang rusak dan masih adanya risiko gempa susulan, otoritas meminta masyarakat menjauhi bangunan yang mengalami keretakan serta mengikuti arahan petugas darurat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online