Densus 88 Tangkapi 5 Terduga Teroris di Soloraya

Ilustrasi polisi Densus bersenjata. - JIBI
16 Oktober 2019 20:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO- Sebanyak lima orang terduga teroris ditangkap di wilayah Soloraya, Jawa Tengah.

Tim Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Mabes Polri menangkap lima terduga teroris di wilayah Soloraya. Mereka diduga berafiliasi dengan jamaah ansharut daulah (JAD) kelompok Bekasi, Jawa Barat.

Kelima terduga teroris itu yakni, Sarwani (35) ditangkap di Jalan Yos Sudarso, Serengan, Solo. Selain itu, Kristyono Herlambang (44) warga Cemani, Sukoharjo ditangkap di daerah Mojolaban; Abdul Karim (31) tukang parkir warga Wayang, Gatak, Sukoharjo ditangkap di kawasan Underpass Makamhaji; Jaelani (36) warga Purbayan, Baki, Sukoharjo ditangkap di kawasan Karangasem, Laweyan, Kota Solo; dan Suhada (28) warga Mayang, Sukoharjo ditangkap di kawasan Waru, Baki, Sukoharjo.

Sarwani dan Kristyono Herlambang ditangkap terkait aksi bom bunuh diri di Tugu Kartasura beberapa waktu lalu. Sedangkan Abdul Karim, Jaelani dan Suhada masuk dalam kelompok JAD Bekasi.

Setelah menangkap lima terduga teroris di sejumlah lokasi berbeda, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah milik Danang Winarko di kawasan Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Penggeledahan itu mendapat pengawalan ketat anggota Polresta Sukoharjo.

Dalam penggeledahan yang disaksikan ketua RT dan Kepala Desa Cemani tersebut tim Densus mengamankan 10 buku tentang ajaran agam.

Menurut Ketua RT 02 Dusun Waringinrejo, Desa Cemani, Tri Kasyanto, rumah Danang dipakai Sarwani sejak beberapa bulan lalu. “Sarwani ini teman kecil Danang. Dia (Sarwani) asli Kauman, Solo,” katanya.

Usai penggeledahan sekitar pukul 11.30 WIB, giliran rumah yang ditempati di Gang Manggis II RT 04 RW XXI di kampung yang sama. Penggeladahan terkait penangkapan KH, cucu menantu pemilik rumah.

"Yang disita buku dan pamflet tentang ajaran toghut," kata Kepala Desa (Kades) Cemani, Hadi Indrianto usai penggeledahan.

Dari informasi, penangkapan AS dan KH terkait pengembangan kasus bom bunuh diri di Bundaran Kartasura, Sukohajo, beberapa waktu lalu. KH dalam keseharian merupakan sosok yang tertutup. Dia tidak pernah datang ketika diundang dalam pertemuan warga.

"Kalau KTP alamatnya Semanggi (Pasar Kliwon, Solo)," ungkap Hadi. KH sendiri belum lama tinggal di rumah yang digeledah. Dalam keseharian bekerja sebagai tukang gambar dan pembantu tukang.

Kabag Ops Polres Sukoharjo, Kompol Teguh Prasetyo enggan berkomentar banyak karena hanya mem-back-up pengamanan dalam penggeledahan.

Sumber : iNews.id