Pengamat: Penangkapan Teroris Bertujuan Mengamankan Pelantikan Presiden

Tiga orang anggota Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 sedang menjalankan tugasnya. - Antara/Rony Muharrman
16 Oktober 2019 12:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pascapenusukan Menko Polhukam Wiranto Kamis (10/10/2019) pekan lalu, Densus 88 antiteror setidaknya sudah menangkap 26 orang terduga teroris dalam beberapa hari terakhir seusai.

Pengamat terorisme, Al Chaidar menilai penangkapan kepada 26 orang terduga terorisme itu tak hanya ada kaitannya penusukan kepada Wiranto saja, tapi juga berhubungan dengan pengamanan proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

“Ada hubungannya dengan penusukan terhadap Wiranto dan juga dengan isu pelantikan presiden,” ujar Al Chaidar kepada Okezone, Rabu (16/10/2019).

Penangkapan teroris di Cirebon

Kata Al Chaidar, kemungkinan para terduga teroris jika tak ditangkap oleh Densus akan melakukan aksi amaliyahnya berupa serangan bom syahid. Dengan menargetkan tempat-tempat pemerintahan yang dianggap mereka sebagai simbol negara.

“Mungkin target mereka hanya ke tempat-tempat pemerintahan dimana terdapat simbol-simbol negara,” tuturnya.

Dia memperdiksi, jumlah terduga terpris yang akan ditangkap oleh Densus 88 akan terus bertambah. “Saya kira akan bertambah terus ya,” kata dia.

Diketahui sebelumnya, Densus 88 Antiteror telah menangkap 26 orang terduga teroris sejak insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019 hingga Selasa (15/10/2019).

Mereka diduga jaringan kelompok teroris berbaiat ke ISIS. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, penangkapan tersebut bagian dari upaya mitigasi serangan teror.

Sumber : Antara